Yokalbar - Trending di Media sosial dihebohkan dengan kasus meninggalnya 3 pelajar asal Makasar yang dipaksa minum miras oplosan dengan kadar Alkohol 96%.
Berawal dari cuitan akun Twitter @jaesahiy_ yang berdalih polisi tidak serius menangani kasus tersebut karena orang tua pelaku adalah oknum polisi.
"Jadi ini salah satu kasus mengenai temanku (korban) yang pelakunya sendiri melarikan diri dan sampai sekarang masih belum ditemukan," cuitan dalam akun Twitter @jaesahiy_ pada 28 Februari 2023.
Baca Juga: Posisi Harry Maguire Terancam Jika Meninggalkan Manchester United
"tetapi dari kasus tersebut pihak kepolisian tidak menggubris tersangka dikarenakan orang tua tersangka adalah salah satu anggota polisi," cuitan lain dalam akun Twitter tersebut.
Profil pelaku bernama Alfonso Dominiq Borang juga diunggah.
Video berdurasi 1 menit 2 detik yang diunggah pada 28 Februari 2023 dan beredar di akun Twitter @jaesahiy_ menunjukkan tanda-tanda penganiayaan saat pemaksaan.
Video tersebut kini telah dilihat lebih dari 1 miliar pengguna Twitter dan banyak di-retweet di akun media sosial lainnya.
Dalam video tersebut, pelaku berjaket hitam beberapa kali memukul, menendang, dan menampar korban secara agresif.
Saat hendak meminta pulang, tiga orang korban berinisial AA (15), MRP (17) dan RF (16) mendapatkan ancaman akan dibunuh jika tidak ikut minum miras oplosan tersebut.
Korban yang merasa terintimidasi hanya bisa menangis ketakutan dan memohon ampun.
Usai pesta minuman Keras, Besok harinya, korban sempat pulang ke rumahnya dalam keadaan mabuk berat.
Baca Juga: Francesco Bagnaia Juara MotoGP Spanyol 2023, Menyalip di Lap Akhir
Sebelum meninggal, sempat mengeluhkan sakit perut hingga muntah.