Kemenkes Jalin Kemitraan Global Guna Percepat Kemandirian Vaksin

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Sabtu, 30 September 2023 | 14:33 WIB
Menteri Kesehatan RI, Budi G. Sadikin, menyambut baik pencapaian yang telah dicapai oleh CEPI dan Bio Farma, (YOKALBAR)
Menteri Kesehatan RI, Budi G. Sadikin, menyambut baik pencapaian yang telah dicapai oleh CEPI dan Bio Farma, (YOKALBAR)

 

YOKALBAR - Upaya pemerintah untuk meningkatkan kemandirian vaksin di dalam negeri merupakan bagian dari transformasi sektor kesehatan, terutama dalam pilar ketiga.

Salah satunya adalah dengan mengkoordinasikan kerja sama lintas sektor dalam hal penelitian, transfer teknologi, dan kolaborasi global untuk inovasi.

Sebagai langkah konkret, pada tanggal 19 September 2023, Indonesia melalui Bio Farma telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) untuk mempercepat penanganan pandemi.

Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan akses vaksin yang lebih merata, yang sangat diperlukan untuk mengatasi pandemi di masa depan.

Baca Juga: Batik Day : 2 Oktober Di Tetapkan Sebagai Hari Batik, Sudah Di Akui Dunia

Baca Juga: Kudela Siap Habis-habisan Kala Bertandang ke Manahan Solo

Menteri Kesehatan RI, Budi G. Sadikin, menyambut baik pencapaian yang telah dicapai oleh CEPI dan Bio Farma, terutama dalam meningkatkan kontribusi Indonesia terhadap ketahanan pasokan vaksin dan kemandirian, terutama di wilayah ASEAN dan negara-negara di selatan dunia.

Menkes Budi menyatakan, "Kerjasama ini diharapkan dapat mendorong pengadaan vaksin yang cepat dan efisien untuk mengatasi pandemi di masa depan."

Lucia Rizka Andalucia, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, juga menyampaikan, "Bio Farma telah menjadi pemain kunci dalam upaya memerangi penyakit menular dengan memproduksi vaksin untuk kebutuhan dalam dan luar negeri.

Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan Bio Farma kesempatan untuk memperkuat kapabilitas riset dan produksi, sehingga dapat berperan sebagai pemasok vaksin global."

Melalui kerjasama ini, teknologi terbaru dalam produksi vaksin seperti viral vector dan mRNA akan hadir di Indonesia dan kawasan ASEAN. Ini akan meningkatkan ketersediaan produk dan kapasitas produksi vaksin.

Selain itu, Bio Farma (Indonesia) akan memiliki fasilitas laboratorium bioproses yang akan digunakan untuk pengembangan dan pengujian teknologi vaksin mRNA dan viral vector. Standar Praktek Manufaktur yang Baik (Good Manufacturing Practices/GMP) juga akan diterapkan di fasilitas produksi vaksin yang akan digunakan dalam uji klinis Fase-2 dan Fase-3, serta untuk produksi komersial terbatas.

Ketika fasilitas ini beroperasi penuh, Indonesia akan mampu memasok vaksin mRNA dan viral vector untuk menghadapi berbagai jenis kejadian luar biasa dalam waktu yang relatif singkat, yaitu dalam 100 hari setelah identifikasi patogen virus baru.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Sumber: kemenkes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X