Kedatangan Orang Asing ke Indonesia Meningkat 7,28%, Dirjen Imigrasi: Ini Progres yang Bagus

photo author
Sulandra, YoKalbar
- Selasa, 16 Juli 2024 | 00:35 WIB
Caption; Ilustrasi Bandara di Singkawang. (istimewa)
Caption; Ilustrasi Bandara di Singkawang. (istimewa)

YOKALBAR - Sepanjang periode Januari hingga .Juni 2024 Direktorat Jenderal Imigrasi mencatatkan kedatangan warga negara asing(WNA) sebanyak 5.086.765 orang.

Jumlah ini meningkat sebanyak 7,28% dibandingkan periode yang sama di tahun 2023, di mana terdapat 4.741.343 orang asing masuk ke Indonesia.

Dari seluruh WNA yang masuk ke Indonesia pada semester satu tahun 2024, sebanyak 68% di antaranya atau sejumlah 3.470.954 orang menggunakan visa onarrival (VoA) serta visa kunjungan.

Baca Juga: Rektor Universitas KH Mukhtar Syafa'at Sambut Kedatangan CEO Promedia Teknologi Indonesia Di Jawa Timur

Bandara Internasional Soekarno Hatta-Banten, Bandara Internasional Ngurah Rai - Bali dan Bandara Internasional Yogyakarta - DIY menjadi tiga bandara yang paling banyak di lewati pelintas mancanegara.

Sementara itu, tiga pelabuhan internasional dengan volume perlintasan terbesar terletak di Provinsi Kepulauan Riau, yakni Ferry Terminal Batam Center, Pelabuhan Citra Tritunas Batam dan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun.

"Saya kira ini progress yang bagus. Kami semakin baik dan begitu pula harapan saya untuk periode-periode berikutnya. Digitalisasi layanan yang kami terapkan cukup efektif dengan pengajuan visa secara online melalui evisa.imigrasi.go.id di mana penggunanya terkoneksi dengan auto gate di bandara-bandara besar,” jelas Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim pada Senin(15/07/2024).

Baca Juga: FAKTA BARU - Anak di Bawah Umur Diduga Dicabuli Oknum Tokoh Masyarakat di Singkawang, Terduga Pelaku Ternyata Pemilik Restoran Terkenal di Singkawang

Silmy juga menjelaskan bahwa hal ini merupakan implementasi dari pelaksanaan fungsi fasilitator pembangunan kesejahteraan masyarakat untuk mendukung ekosistem ease of doing business dalam bidang perizinan keimigrasian.
Layanan visa menjadi pionir pelayanan publik di Indonesia dalam memfasilitasi pembayaran penerimaan negara secara online langsung dari luar negeri menggunakan kartu kredit.

“Kami fokus pada peningkatan layanan publik berbasis digital. Termasuk juga kami siapkan infrastruktur di perlintasan dan pengintegrasian sistem dengan database imigrasi. Kami inginkan seamless experience, pengalaman layanan Imigrasi yang mudah dan cepat yang bisa dirasakan WNA yang akan datang ke Indonesia, tentunya tanpa mengabaikan unsur selective policy,” tutup Silmy. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sulandra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X