Prinsip Tegas Gus Makki di Pilbup Banyuwangi 2024, Lebih Baik Kembalikan Rekom Ketimbang Cuma P2

photo author
Turnado, YoKalbar
- Minggu, 21 Juli 2024 | 13:12 WIB
Prinsip Tegas Gus Makki di Pilbup Banyuwangi 2024, Lebih Baik Kembalikan Rekom Ketimbang Cuma P2 (Promedia)
Prinsip Tegas Gus Makki di Pilbup Banyuwangi 2024, Lebih Baik Kembalikan Rekom Ketimbang Cuma P2 (Promedia)

Yokalbar - KH Ali Makki Zaini menyampaikan satu prinsip yang tidak bisa ditawar lagi dalam kontestasi Pilbup Banyuwangi 2024.

Prinsip yang ia pegang teguh itu sudah final dan disampaikan kepada CEO Promedia Teknologi Indonesia Agus Sulistriyono bersama rombongan yang berkunjung ke pesantren sekaligus kediamannya di Dusun Rayud, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Jawa Timur, awal pekan ini.

Pernyataan Gus Makki, sapaan KH Ali Makki Zaini, ini ternyata terkait dengan utak utik rekomendasi Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi pada Pilkada Serentak 2024.

Baca Juga: Prabowo Kerap Diminta Duduk Sebelah Jokowi di Rapat: Ternyata Dilatih Supaya Tak Kaget Setelah Dilantik

"Lebih baik rekom saya kembalikan daripada hanya jadi wakil (P2). Untuk apa jadi wakil, lha wong wakil bupati gak bisa apa - apa," ungkap KH Ali Makki Zaini dengan mimik serius.

Mantan Ketua PCNU Banyuwangi yang dicaretaker ini menegaskan bahwa rekomendasi yang ia bawa dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar adalah calon bupati.

Sejauh ini ia meyakini rekom tersebut tidak akan berubah karena  informasi Cak Imin kerap bermain dalam politik termasuk rekom Pilkada Serentak 2024 adalah framing negatif.

"Cak Imin tidak begitu, itu framing. Celakanya framing yang sengaja dihembuskan oleh pihak lain ini berhasil memengaruhi pikiran orang yang kemudian meyakini itu benar," tegas KH Ali Makki Zaini.

Karena itu, tutur Gus Makki kepada Agus Sulistriyono dan rombongan, dirinya all out untuk memperjuangkan kepercayaan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar untuk berjuang di Pilbup Banyuwangi 2024.

Ditambah lagi restu dari Ponpes Ploso, Kediri, Jawa Timur, sudah didapat. Sebagai seorang murid yang dulu pernah ngenger disana tidak berani main - main.

"Saya ini murid Ploso, tidak akan berani melangkah sebelum ada restu," lontarnya dengan intonasi tegas.

Makanya sejak rekom itu ia pegang langsung gaspol melakukan turun ke bawah menemui masyakarat. Ia tidak pernah bertanya soal jumlah warga yang berkumpul tetapi siapa yang dominan hadir.

"Paling senang jika yang datang itu warga biasa semua, walau dua puluh atau tiga puluh orang. Itu biting (lidi)," paparnya sembari berseloroh.

Baca Juga: Mantan Wartawan Jadi Politisi, Sugiri Sancoko Bupati Ponorogo Siap Gandeng Promedia Gelar Pelatihan Jurnalisme Berkualitas

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Turnado

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X