YOKALBAR - Pagi tadi sekitar pukul 09.00 WITA, Sabtu (30/11/2024), dilaksanakan kegiatan Jumat Curhat dipimpin Kapolres Tarakan, bertempat di Jalan Aki Balak RT 1 Kelurahan Juata Kerikil Kota Tarakan.
Turut hadir dalam kegiatan di antaranya Kapolres Tarakan, Kabag Ops Polres Tarakan, dan PJU polres Tarakan serta kapolsek Tarakan Utara, Bhabinkamtibmas Juata Kerikil, Bhabinsa Juata Kerikil, Personil Polres Tarakan, 36 Orang Warga Kelurahan Juata Kerikil.
Dalam momen Jumat Curhat tersebut, ada beberapa penyampaian masyarakat di antaranya dari Agung, masyarakat Juata Kerikil. Dimana pihaknya meminta bantuan irigasi dan kolam untuk para petani dan juga alat pertanian bagi masyarakat Juata Kerikil. Kemudian dari Bahtiar, warga RT 1 Kelurahan Juata Kerikil, ikut mempertanyakan persoalan pupuk. Sebagaimana tujuan presiden swasembada pangan yaitu pertama terkait pertanian harus membutuhkan pupuk.
Juga mengenai irigasi dan kolam bahwa masyarakat di sini sesuai dengan tujuan presiden akan ada makan gratis bagi anak sekolah dan dengan memanfaatkan sumber daya didalam daerah tersebut, bagaimana bisa konsumsi ikan lele jika kolam tidak ada, lahan ada akan tetapi kolam tidak ada dan masih terkendala mungkin ada anggaraan dari polres mencarikan solusi untuk fasilitasi bantuan alat pembuatan kolam tersebut,” harapnya.
Warga lainnya, datang dari Tajudin bekerja sebagai petani di RT 1 Juata Kerikil. Ia menyampaikan persoalan tanah jika tak tersediah, maka tidak dapat menanam dan menanyakan bagaimana solusinya.
Karena lanjutnya, ada lahan diklaim miliknya di Kelurahan Juata Permai diserobot oleh orang dan sudah dilaporkan ke pihak kepolisian di tahun 2020. “Namun sampai sekarang belum ada keputusan dan mengharapkan solusinya dikarenakan tanah saya sudah bersertifikat dan 7 sertifikat telah diserobot oleh orang,” aku Tajudin.
Asri, warga lainnya ikut mempertanyakan untuk wilayah Tarakan Timur, banyak warga di daerah tersebut mengeluhkan harga pupuk yang dimana dulu dijual dengan harga Rp. 115.000 hingga Rp. 120.000. Akan tetapi sekarang dijual dengan harga yang melonjak jauh yaitu Rp160.000. Asri berharap agar kepolisian dapat menyelesaikan permasalahan ini.
Lebih lanjut ia menyampaikan, terkait persoalan lahan di RT 7. Ia sudah bersurat ke BPN untuk masalah sengketa tanah di Kelurahan Karang Harapan Tarakan Barat. Bahwa sejak tahun 1983 berlanjut di tahun 2018 pihaknya mengajukan peta bidang dan pada bulan Agustus dilakukan pengukuran dan sebulan kemudian diukur lagi atas nama orang lain.
” Alasan BPN katanya kuota sertifikat tahun 2018 tidak cukup dan tidak terbit sertifikat tapi di lain waktu muncul peta bidang atas nama orang lain dan terbit sertifikat oleh karena itu, kami meminta dimediasi bulan Agustus tahun 2024 kemarin dan sampai sekarang belum ada respons,” ujarnya.
Kapolres Tarakan, AKBP Adi Saptia Sudirna menyampaikan terkait masalah pupuk dan irigasi pihaknya akan segera membicarakan kepada PJ Wali Kota karena hal tersebut merupakan ranah PJ Wali Kota Tarakan. (*)
“Termasuk harga pupuk akan kami koordinasikan ke Dinas Pertanian dan Perdagangan,” uangkap AKBP Adi Saptia Sudirna.
Artikel Terkait
Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia 2024, PLN Indonesia Power UBP Singkawang Lakukan Aksi Tanam Pohon
Tahanan di Polres Pati Ikut Coblos, AKP Rumain: Ini Hak Setiap Warga Negara
Polres Malang Respon Cepat Tangani Banjir Bandang di Wetan
Cegah Laka Lantas dan Balap Liar, Satlantas Polres Sibolga Gelar Blue Light
Cegah Aksi Tawuran, Jajaran Polsek Sibolga Patroli Diagolis ke Para Remaja