Kerasnya Perjuangan 3 Anggota Polri di Maluku Tengah, Lewati Banjir Bawa Logistik Pemilu

photo author
Sulandra, YoKalbar
- Sabtu, 30 November 2024 | 16:21 WIB
Caption: tiga anggota Polres Maluku Tengah yang ditugaskan sebagai personel Pengamanan (PAM) TPS di wilayah pegunungan kabupaten Maluku Tengah. (istimewa)
Caption: tiga anggota Polres Maluku Tengah yang ditugaskan sebagai personel Pengamanan (PAM) TPS di wilayah pegunungan kabupaten Maluku Tengah. (istimewa)

YOKALBAR - Perhelatan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) secara serentak di provinsi Maluku telah berjalan lancar, aman, dan damai, Rabu, 27 November 2024.

Namun, di balik kesuksesannya, ada cerita dari pejuang-pejuang demokrasi yang harus mengeluarkan tenaga ekstra, naik turun gunung selama tiga hari di belantara hutan.

Bahkan, mereka nekat bertarung nyawa menyusuri hutan yang ekstrim, hingga menyeberangi sungai berarus kencang demi mensukseskan pesta demokrasi.

Baca Juga: KPAI Hingga Kompolnas Pantau Kasus Polisi Tembak Remaja di Semarang

Salah satu kisah pejuang demokrasi datang dari tiga anggota Polres Maluku Tengah yang ditugaskan sebagai personel Pengamanan (PAM) TPS di wilayah pegunungan kabupaten Maluku Tengah.

Tiga anggota Polri itu adalah Aipda Frangky Halatu, PAM TPS di desa Maraina, Aipda Marwan Iskandar Alam, Bhabinkamtibmas Desa Kobisonta, PAM di TPS desa Hatuolo, dan Bripka J. Wattimury, Bhabinkamtibmas desa Aketernate, yang ditugaskan PAM di TPS desa Manusela.

Pada pagi tanggal 24 November 2024, tiga anggota Polisi ini mulai bergerak lebih awal membawa logistik Pemilu di desa penugasan. Mereka bergeser dari Kantor PPK bersama petugas lainnya dan masyarakat.

Baca Juga: Gegara Jualan Narkoba, Kakek di Malang Ditangkap Polisi

Jarak yang ditempuh dari kantor PPK menuju desa-desa yang ada di pedalaman hutan di Pulau Seram, kurang lebih 27 Km. 13 Km ditempuh menggunakan kendaraan roda empat, sementara 14 Km sisanya dicapai dengan cara berjalan kaki.

Pada perjalanan hari pertama, personel yang tergabung dalam Satgas Operasi Mantap Praja (OMP) Salawaku 2024 ini, tiba di desa Kaloa.

“Karena sudah sore, kami memilih bermalam saat tiba di desa Kaloa,” kata Aipda Frangky, Jumat, 29 November 2024.

Baca Juga: Empat Wasit Indonesia Berlisensi FIFA Pimpin Pertandingan Internasional

Setelah bermalam, perjalanan hari kedua dilanjutkan menuju desa Hatuolo. Ketiga anggota Kepolisian yang juga ikut membantu memikul logistik pemilu ini mulai bergerak sejak pukul 06.00 WIT.

Untuk sampai di Desa Hatuolo, rombongan kembali menyusuri hutan, naik turun gunung yang begitu ekstrim. Sejumlah sungai yang berarus deras pun harus dapat ditaklukan, agar tiba tepat waktu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sulandra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X