Barang Hasil Jerih Payah Anak-anaknya Hilang Dijarah, Uya Kuya Akui Jadi Luka yang Tak Mudah Pulih

photo author
Turnado, YoKalbar
- Senin, 29 September 2025 | 22:52 WIB
Asnar Pratiwi saat sesi wawancara dengan Uya Kuya/Youtube Uya Kuta TV
Asnar Pratiwi saat sesi wawancara dengan Uya Kuya/Youtube Uya Kuta TV

“Pertama kali masuk ke rumah kita yang dijarah,” tulis Uya dalam unggahan lainnya di akun Instagram @king_uyakuya yang dipublikasikan pada hari yang sama.

Ia tampak tak percaya dengan kerusakan yang terjadi, sementara Astrid hanya bisa menatap kosong, mencoba mengenang sisa-sisa barang yang dulu mereka miliki di kediamannya yang rusak itu.

Suara Keluarga yang Terluka

Bagi Uya, kehilangan terbesar bukanlah benda-benda mewah, melainkan barang-barang kenangan yang mengikat cerita keluarga.

Dalam kesempatan yang sama, sang artis sekaligus politikus itu menegaskan barang milik keluarga yang hilang jadi hal yang sangat penting, lebih dari sekadar barang pribadinya.

“Barang-barang saya ya sudah (gak apa-apa dijarah), tapi gimana barang mertua saya, barang karyawan saya, barang anak saya?” ungkap Uya.

Dalam momen itu, ia juga menghubungi anak-anaknya, Cinta dan Nino, untuk memperlihatkan kamar mereka yang kini kosong.

Reaksi keluarganya menambah perih suasana, terutama ketika menyadari sebagian besar barang yang hilang adalah hasil jerih payah anak-anaknya sendiri.

Jerih Payah Anak-anak yang Ikut Terenggut

Uya menekankan, kedua anaknya sudah terbiasa mandiri sejak remaja.

“Cinta dari SMP kelas 3, Nino dari kelas 2 SMP tidak dapat uang jajan sepeserpun dari saya, karena mereka dapat penghasilan sendiri dan cukup besar dari Youtube dan syuting TV,” jelasnya.

Rekan seprofesi dengan Raffi Ahmad itu menambahkan, barang-barang yang dijarah bukan sekadar miliknya, melainkan hasil kerja keras anak-anaknya.

“Jadi, yang kalian ambil hak-hak anak saya dari kerja keras mereka,” tegas Uya.

Luka yang Tak Mudah Pulih

Setelah lewat dari satu bulan insiden penjarahan itu terjadi, rumah Uya Kuya tak ubahnya saksi bisu dari gelombang kemarahan para oknum massa yang tak terkendali pada akhir Agustus 2025 lalu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Turnado

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X