Polemik Kelangkaan Stok BBM SPBU Swasta Masih Terjadi, Pertamina Sebut Tak Ambil Keuntungan

photo author
Turnado, YoKalbar
- Rabu, 8 Oktober 2025 | 21:41 WIB
Pemerintah berencana mulai menerapkan kebijakan penggunaan BBM campur etanol (E10) pada tahun 2026 mendatang.
Pemerintah berencana mulai menerapkan kebijakan penggunaan BBM campur etanol (E10) pada tahun 2026 mendatang.

YOKALBAR - Kelangkaan stok bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) swasta masih terjadi.

Pasalnya, SPBU swasta memilih mundur dari kolaborasi dengan Pertamina meski kargo BBM impor sudah tiba di Indonesia.

Kelangkaan BBM di SPBU swasta ini membuat pelayanan pada pelanggannya menjadi tak maksimal.

Dari sisi PT Pertamina (Persero), badan usaha negara itu menegaskan tak ambil keuntungan terkait kelangkaan BBM yang sedang dihadapi oleh SPBU swasta.

“Pertamina tidak memanfaatkan situasi. Kami juga tidak mencari keuntungan,” ujar Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri kepada awak media di kawasan Sarinah, Jakarta pada Selasa, 7 Oktober 2025.

Masih Terbuka dengan Negosiasi

Simon juga mengungkapkan bahwa ke depannya, masih mungkin untuk melakukan pembicaraan.

Selain itu, Pertamina dan pihak SPBU swasta sudah sepakat dengan open book dengan kesepakatan harga agar harga BBM di masyarakat nantinya tidak mengalami kenaikan.

“Pembicaraan masih terus, yang pasti dari kita juga membuka diri dari SPBU swasta juga. Sama-sama kan kita sudah ini semua, open book dan agar harga di masyarakat tidak terpengaruh, tidak ada kenaikan harga,” paparnya.

SPBU Batal Kolaborasi dengan Pertamina karena Kandungan Etanol 3,5 Persen

Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar mengungkapkan alasan di balik mundurnya VIVO dan APR dari kesepakatan sebelumnya.

“VIVO membatalkan untuk melanjutkan, akhirnya tidak disepakati lagi. Lalu tinggal APR. APR akhirnya tidak juga. Jadi, tidak ada semua,” ujar Achmad Muchtasyar dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI pada 1 Oktober 2025 lalu.

VIVO sendiri sebelumnya sudah menyepakati pembelian 40 ribu barel base fuel dari Pertamina.

Achmad menambahkan bahwa ada kandungan etanol sebanyak 3,5 persen di dalam base fuel Pertamina yang membuat SPBU swasta mengurungkan niatnya untuk membeli BBM tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Turnado

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X