Capaian Langka, Siswa SD di Bandung Ini Sabet Juara Olimpiade Sains Internasional hingga Diundang NASA Lihat Roket Meluncur

photo author
Turnado, YoKalbar
- Senin, 16 Februari 2026 | 00:48 WIB
Mengintip prestasi siswa SD asal Bandung, Natanael yang sukses meraih juara Olimpiade Sains Internasional. (Instagram.com/@bushcoo)
Mengintip prestasi siswa SD asal Bandung, Natanael yang sukses meraih juara Olimpiade Sains Internasional. (Instagram.com/@bushcoo)

YOKALBAR - Linimasa media sosial (medsos) sedang hangat memperbincangkan prestasi membanggakan yang datang dari siswa sekolah dasar (SD) asal Bandung, Natanael Wiraatmaja.

Sebelumnya diketahui, Natanael merupakan siswa kelas 3 SDK BPK Penabur Banda Bandung yang berusia 8 tahun yang sukses meraih peringkat kedua dunia dalam Grand Final Neo Science Olympiad 2025 di Orlando, Amerika Serikat (AS).

Capaian tersebut membuka kesempatan baginya untuk mendapatkan undangan khusus berkunjung ke markas NASA, sebuah pencapaian langka bagi pelajar seusianya di tingkat global.

Dalam unggahan Instagram @bushcoo, pada Minggu, 15 Februari 2026, keberhasilan Natanael didukung kebiasaan belajar yang rutin dan terarah, dengan matematika sebagai bidang yang paling ia tekuni.

"Kesempatan melihat langsung proses peluncuran roket menjadi pengalaman paling berkesan dalam perjalanannya," tulis postingan itu.

"Momen tersebut semakin menguatkan tekadnya untuk meniti karier sebagai ilmuwan di masa depan sekaligus membawa nama Indonesia semakin dikenal di dunia sains," tandasnya.

Berdasarkan penelusuran, sepanjang 2024-2025, Natanael telah mengoleksi 18 medali olimpiade sains tingkat nasional dan internasional.

Kini, publik dibuat takjub usai Natanael mendapat kesempatan langka menyaksikan langsung peluncuran roket di NASA.

Usut punya usut, ketertarikan Natanael terhadap sains telah terlihat sejak usia dini.

Eksperimen Kecil yang Disadari sang Ibu

Secara terpisah, ibunda Natanael, Novita Setiawan Lim sempat mengungkapkan minat sang anak terhadap sains telah muncul sejak taman kanak-kanak.

"Sebetulnya dari TK sudah kelihatan. Dia senang mencoba-coba eksperimen kecil, dari situ rasa ingin tahunya terlihat," ungkap Novita dalam pernyataannya di Bandung, pada Jumat, 6 Februari 2026.

Sang ibu menyebut, minat itu semakin berkembang saat Natanael duduk di kelas 1 SD dan mulai aktif mengikuti science club serta kompetisi.

Dalam proses belajar, Natanael disebut lebih banyak belajar mandiri dengan pendampingan orang tua.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Turnado

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X