YOKALBAR -- Pengamat ekonomi, Noviardi Ferzi, menilai kinerja Bank Syariah Indonesia (BSI) sepanjang 2025 patut diapresiasi, namun ia mengingatkan agar rencana ekspansi internasional 2026 dijalankan secara disiplin dan terukur.
Menurutnya, momentum pertumbuhan yang kuat harus tetap diimbangi dengan pengendalian biaya, penguatan manajemen risiko, serta strategi ringan aset agar profitabilitas tidak tergerus.
Ia menyebut laba bersih Rp7,57 triliun yang tumbuh 8,02 persen secara tahunan, aset Rp416 triliun, pembiayaan Rp300,85 triliun, serta rasio NPF gross yang terjaga di bawah dua persen menunjukkan fondasi BSI semakin solid.
Pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 15,66 persen dan lonjakan transaksi digital hingga Rp763 triliun juga menjadi sinyal kuat bahwa transformasi digital mulai memberi dampak nyata.
Namun Noviardi menekankan, fokus ekspansi ke luar negeri perlu diawali dengan pendekatan berbasis kemitraan dan digital terlebih dahulu, terutama untuk melayani segmen haji–umrah dan diaspora.
“Kalau langsung agresif membuka jaringan fisik tanpa uji pasar dan kolaborasi komunitas, biaya regulasi bisa menekan margin. BSI sebaiknya mengamankan basis nasabah terlebih dulu, baru memperbesar skala,” ujarnya.
Di dalam negeri, target penambahan dua juta nasabah baru dinilai realistis, tetapi harus disertai penguatan risk management pada pembiayaan ritel dan UMKM.
Noviardi mendorong pemanfaatan teknologi analitik dan kecerdasan buatan untuk menjaga kualitas portofolio agar pertumbuhan pembiayaan tetap sejalan dengan kesehatan aset.
Ia juga menyoroti pentingnya diversifikasi bisnis halal—termasuk layanan kustodian—yang nilainya sudah besar, namun perlu diikuti indikator dampak yang lebih inklusif, terutama bagi ekonomi pedesaan.
“Ke depan, bukan hanya laba yang harus transparan, tapi juga kontribusi sosial dan keberlanjutan,” tambahnya, Selasa, 17 Februari 2026.
Terakhir ia mengatakan, jika BSI mampu mengeksekusi ekspansi secara adaptif, memperkuat talenta global, serta meningkatkan transparansi kinerja non-keuangan, maka peluang menjadi pemimpin regional perbankan syariah terbuka lebar.
Artikel Terkait
Capaian Langka, Siswa SD di Bandung Ini Sabet Juara Olimpiade Sains Internasional hingga Diundang NASA Lihat Roket Meluncur
Bukan Hanya Pemuda, Sesepuh Berusia 50 Tahun ke Atas Ikut Bangun Akses Jalan Baru di Desa Purbalingga
Gegerkan Panggung Misbar, Satu Dekade Katasapa Dirayakan dengan Karya Penuh Makna
Memperkuat Barisan, Dony Ahmad Munir Resmi Gabung Gerindra: Semangat ‘Prabowo Dua Periode’ Menggema di Sumedang
Pengamat Ingatkan Insentif Fiskal Awal 2026 Bisa Memicu Pertumbuhan Sekaligus Inflasi