“Sampai sekarang masih nyesek banget, yang awalnya masih ngobrol tenang, tiba-tiba nangis waktu sadar motor anaknya udah diparkir depan rumah, dan awalnya nggak mau ambil kunci motornya,” jelasnya.
Ayah mendiang masih merasakan kesedihan dan berharap bahwa motor tersebut akan pulang dan terparkir karena masih digunakan sehari-hari oleh mendiang.
“‘Nggak bisa saya lihat motornya pak,’ ‘Nggak mau kalau pak yang pulang motornya aja.’ Mungkin sebelumnya, kalau motor udah ada di rumah tanda anak perempuannya udah pulang, udah kumpul lagi sama keluarga,” imbuhnya.
“Sekarang jadi berat buat liat kenyataan, kalau cuma motornya aja yang pulang,” tukasnya.
Jenazah Arinjani sendiri sebelumnya berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur dan telah dimakamkan di TPU Mangun Jaya, Kabupaten Bekasi pada Rabu, 29 April 2026.
Artikel Terkait
Bisa Mengganggu Perjalanan, Viral Penumpang Pamer Masak Mi Instan di Kereta hingga Mendapat Teguran dari KAI
Sempat Sebut MBG Butuh 19.000 Sapi per Hari, Kepala BGN: Itu Hanya Pengandaian
TASPEN Gerak Cepat Serahkan Santunan Rp283 Juta bagi Ahli Waris Guru Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Mensesneg : Usai Dihubingi Dasco, Presiden Langsung Tinjau Korban Dan Gelontorkan Anggaran 4 T Untuk Perbaikan Perlintasan Kereta Api
Viral Video Ibu Paksa Anaknya Mengemis di CFD Kanjuruhan Malang: Bawa Kayu untuk Menakut-nakuti