Duka Insiden Pedagang Tahu Krispi yang Meninggal Dunia usai Tertabrak Mobil MBG di Bekasi: Tinggalkan Istri dan Anak Balita

photo author
Turnado, YoKalbar
- Kamis, 14 Mei 2026 | 19:28 WIB
Kronologi Kecelakaan Maut Mobil MBG Tabrak Lapak Pedagang Gorengan Tahu Krispi di Bekasi, Sopir Diduga Banting Setir karena Kaget. (Foto: Instagram @bekasi.terkini - INDEPENDENMEDIA.ID)
Kronologi Kecelakaan Maut Mobil MBG Tabrak Lapak Pedagang Gorengan Tahu Krispi di Bekasi, Sopir Diduga Banting Setir karena Kaget. (Foto: Instagram @bekasi.terkini - INDEPENDENMEDIA.ID)

YOKALBAR - Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti kasus kecelakaan yang diduga melibatkan mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Dalam unggahan Instagram @bekasi.terkini, pada Rabu, 13 Mei 2026, lapak UMKM terlihat porak-poranda usai terhantam mobil MBG itu.

"Seorang pedagang tahu krispi menjadi korban kecelakaan mobil MBG di Bekasi Timur," tulis postingan tersebut.

Atas insiden itu, seorang pedagang bernama Sanoeri (41) kini dikabarkan meninggal dunia usai sempat dirawat di rumah sakit (RS) akibat tertabrak mobil MBG tersebut.

Korban diketahui merupakan seorang pedagang tahu krispi dan otak-otak yang sehari-hari mencari nafkah di lokasi kejadian.

Pria yang akrab disapa Owi itu menghembuskan napas terakhir di RS Siloam Sentosa Bekasi Timur, pada Selasa, 12 Mei 2026.

Kepergian Sanoeri menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan meninggalkan seorang istri dan 1 anak yang masih berusia balita.

Lantas, bagaimana sebenarnya kronologi insiden kecelakaan yang menimpa seorang pedagang di kawasan jalan Bekasi Timur tersebut? Berikut ulasannya.

Korban Sempat Alami Koma di RS

Secara terpisah, Kakak korban, Sunendar (51) sebelumnya mengungkapkan bahwa adiknya tidak sadarkan diri sejak dilarikan ke rumah sakit.

"Korban masih belum sadar. Tadi dokter sudah bicara sama saya, kondisinya koma. Saya cuma minta doanya saja," ujar Sunendar di RS Siloam Sentosa, Bekasi Timur, pada Selasa, 12 Mei 2026.

Sunendar menilai, tim medis telah berupaya maksimal menangani kondisi korban.

Sang kakak korban menyebut, adiknya mendapatkan luka berat akibat hantaman keras pada bagian kepala.

"Luka paling parah di bagian kepala. Katanya sudah ditangani semua, tinggal menunggu perkembangan kondisi korban," ungkap Sunendar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Turnado

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X