MPAI UAD dan Lazismu Kulon Progo Gelar Workshop Eco Literasi Berbasis Masjid

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Senin, 25 Mei 2026 | 17:34 WIB

Baca Juga: Viral Manusia Silver Todongkan Pisau saat Mengamen di Jalanan Kuta Bali, Terungkap Pelaku Berasal dari Bandung

 

Materi workshop disampaikan oleh Ust. Ananto Isworo, S.Ag., Founder Gerakan Shadaqah Sampah Berbasis Eco-Masjid Indonesia sekaligus Ketua LDK PWM DIY.

Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa persoalan sampah bukan semata-mata persoalan teknis, tetapi terutama persoalan cara pandang.

Menurutnya, perubahan mindset masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Ust. Ananto menjelaskan bahwa sampah anorganik seperti botol plastik, kantong plastik, kaleng, aluminium, dan kertas tidak mudah terurai secara alami sehingga perlu dikelola sejak dari rumah.

Ia mengajak peserta melihat sampah bukan hanya sebagai sisa buangan, melainkan sebagai potensi gerakan sosial yang dapat diolah menjadi nilai edukatif, ekologis, ekonomis, dan bernilai sedekah.

Melalui Gerakan Shadaqah Sampah, sampah anorganik darirumah tangga, masjid, sekolah, kantor, maupun komunitas dikumpulkan di masjid dengan niat sedekah. Sampah tersebut kemudian dipilah, dijual, dan hasilnya digunakan untuk program kemanfaatan sosial, seperti santunan pendidikan, sembako, dan kesehatan bagi warga kurang mampu.

Ia juga menegaskan bahwa penyetor sampah tidak menerima uang dari sampah yang disetorkan, melainkan meniatkannya sebagai amal kebaikan. Dengan demikian, Gerakan Shadaqah Sampah membuka ruang bagi siapa pun, baik yang mampu maupun kurang mampu, untuk ikut bersedekah dan terlibat dalam dakwah lingkungan berbasis masjid.

 

Baca Juga: Promedia Group Gelar BRI CoreLab 2026 di Kampus UNJ, Ajak Mahasiswa Tingkatkan Skill Bikin Konten di Medsos

 

Melalui pendekatan berbasis masjid, gerakan ini diharapkan mampu membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan Muhammadiyah Kulon Progo. Masjid dapat menjadi ruang edukasi yang dekat dengan masyarakat, sehingga pesan tentang tanggung jawab ekologis lebih mudah diterima dan dipraktikkan oleh jamaah dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu peserta kegiatan, Harjana, menyampaikan bahwa workshop ini sangat inspiratif dan mampu membuka cara pandang baru tentang pengelolaan sampah.

“Kegiatan ini inspiratif sekali dan mampu membuka mata bahwa ternyata sampah mempunyai nilai yang bisa digunakan untuk kehidupan umat, termasuk lingkungan sekitar kita,” ungkap Harjana.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X