Secara terpisah, Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin pernah mengonfirmasi pihaknya tengah mengusut kasus tersebut pada Rabu, 1 April 2026.
"Kami sedang menghimpun informasi dan mendalami kejadian tersebut," kata Mualimin di Samarinda, pada hari yang sama.
"Yang jelas, masalah ini harus segera diselesaikan oleh pihak rumah sakit itu sendiri," sambungnya.
Mualimin menyebut, pihaknya membenarkan telah menerima laporan awal dari Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak terkait kondisi balita yang mengalami pembengkakan.
Hal tersebut, terbukti dengan adanya perubahan warna kulit menjadi hitam pada area bekas suntikan infus.
Atas kasus itu, Mualimin menekankan insiden semacam ini merupakan bentuk kejadian tidak diinginkan yang harus segera ditindaklanjuti dan dievaluasi secara komprehensif demi perbaikan layanan mutu rumah sakit.
"Langkah mitigasi cepat dan tepat sasaran ini sangat diperlukan untuk mengantisipasi ketidakpuasan masyarakat yang dapat berujung pada somasi atau tuntutan hukum berkelanjutan," tukasnya.
Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen rumah sakit hingga otoritas berwenang ihwal kasus-kasus malpraktik yang terjadi di RSUD AWS Samarinda.*
Artikel Terkait
Selain Menolak Lomba Ulang, SMAN 1 Sambas Minta Pemulihan Nama Baik usai Kontroversi LCC 4 Pilar MPR Kalbar
Prabowo: Tidak Ada Negara yang Bisa Bertahan Tanpa Produksi Pangan yang Berkesinambungan
MPAI UAD dan Lazismu Kulon Progo Gelar Workshop Eco Literasi Berbasis Masjid
UMB Somasi Elfiany Syafruddin Usai Dicatut dalam Dugaan Penelitian Palsu Bersama Rifaldy Fajar cs
Presiden Prancis Puji Sikap Prabowo soal Palestina: Sangat Berani demi Perdamaian