Helmy Yahya Ikut Sentil Ebemartono, Ingatkan soal Etika Seorang Konten Kreator

photo author
Turnado, YoKalbar
- Rabu, 5 Agustus 2026 | 00:30 WIB
Ketua Umum Asosiasi Kreator Konten Seluruh Indonesia (AKKSI), Helmy Yahya angkat bicara soal konten merekam diam-diam SPG GIIAS oleh Emanuel Bryan. (Instagram/helmyyahya - ebemartono)
Ketua Umum Asosiasi Kreator Konten Seluruh Indonesia (AKKSI), Helmy Yahya angkat bicara soal konten merekam diam-diam SPG GIIAS oleh Emanuel Bryan. (Instagram/helmyyahya - ebemartono)

YOKALBAR - Presenter sekaligus Ketua Umum Asosiasi Kreator Konten Seluruh Indonesia (AKKSI), Helmy Yahya, turut buka suara mengenai polemik konten dari konten kreator Emanuel Bryan.

Selama beberapa waktu terakhir, Emanuel Bryan menjadi sorotan usai membuat konten ‘Cara mendekati cewek’ dengan merekam diam-diam usher atau SPG di acara GIIAS 2026.

Persoalan makin memanas ketika usher tersebut keberatan dengan konten yang dihapus.

Namun, saat diminta untuk menghapus video yang diunggah di akun Instagram @ebemartono, konten kreator yang kerap dipanggil Ebem itu justru meminta uang sebagai pengganti biaya produksi.

Helmy Yahya Ingatkan soal Etika saat Merekam Seseorang

Melalui Instagram pribadinya, @helmyyahya, ia menyentil langsung Ebem agar memperhatikan soal etika.

“Hai Ebe Martono, kau dengerin ya. Saya sebagai Ketua Asosiasi Kreator Konten Seluruh Indonesia ingin mengingatkan harus punya etikalah sebagai konten kreator ya,” ucap Helmy, dikutip dalam unggahan video pada Selasa, 4 Agustus 2026.

“Merekam-merekam orang, apalagi sempat wawancara, enggak boleh menaikkan tanpa izin. Enggak boleh, ini masalah etika,” lanjutnya.

Tindakan yang dilakukan oleh Ebem tersebut, menurut Helmy telah membuat malu, terlebih saat meminta uang untuk menghapus konten terkait.

“Bikin malu pula ketika minta takedown, malah minta bayaran. Sebenarnya, kau merekam orang tanpa izin aja, apalagi wawancara dan cewek itu minta di-takedown, tolong lah ya, kita sebagai kreator konten harus punya etika juga,” imbuhnya.

“Mari kita jaga iklim media sosial kita menjadi iklim yang menyenangkan, saling menghormati, dan jangan merugikan orang lain,” sambungnya.

Belajar dari Reality Show yang Pernah Dibuat

Helmy kemudian menceritakan pengalamannya saat membuat reality show, yaitu selalu meminta izin sebelum tayang.

“Saya banyak bikin begini-begini, public atau social experiment seperti ini. Tapi setelah itu, setelah kita rekam pasti kita minta izin apakah ini boleh kita tayangkan,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Turnado

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X