YOKALBAR - Tingginya inflasi di Kota Singkawang menjadi sorotan oleh publik hingga sejumlah anggota DPRD Singkawang.
Hal ini dikarenakan Inflasi yang terjadi di Kota Singkawang merupakan yang tertinggi di Kalimantan Barat.
Namun, bagi sebagian awam, masih belum mengerti apa yang dimaksud inflasi tersebut.
Baca Juga: Daging Babi Biang Kerok Tingginya Inflasi Kota Singkawang, Pj Wako Sumastro Ungkapkan Alasannya
Dilansir dari website resmi Bank Indonesia, Inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.
Sedangkan Deflasi merupakan kebalikan dari inflasi, yakni penurunan harga barang secara umum dan terus menerus.
Perhitungan inflasi ini dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), link ke metadata SEKI-IHK.
Baca Juga: Inflasi Kota Singkawang Tertinggi di Kalbar, Dido Sanjaya Minta Pemkot Lebih Serius
Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi, kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya.
Penjabat (Pj) Wali Kota Singkawang, Sumastro menyebutkan tingginya inflasi ini dikarenakan harga daging babi yang mengalami kenaikan.
Kenaikan ini disebabkan karena peternak babi sedang alami kesulitan akibat penyakit penyakit African Swine Fever (ASF).
Baca Juga: Tanggapi Tingginya Inflasi di Singkawang, Ketua Komisi II DPRD: Pj Wako Tak Mampu Memonitor Instansi
Padahal, Kota Singkawang merupakan sentra penghasil ternak babi.
Untuk memenuhi kebutuhan daging babi masyarakat Kalbar, solusi yang diambil adalah memasok daging dari luar Kalbar.
Artikel Terkait
Pemprov Gelar Rakor Kendalikan Inflasi Jelang Ramadhan
Inflasi Kota Singkawang Tertinggi di Kalbar, Dido Sanjaya Minta Pemkot Lebih Serius
Tanggapi Tingginya Inflasi di Singkawang, Ketua Komisi II DPRD: Pj Wako Tak Mampu Memonitor Instansi
Daging Babi "Biang Kerok" Tingginya Inflasi Kota Singkawang, Pj Wako Sumastro Ungkapkan Alasannya