Oleh Karena itu, menu yang disajikan oleh SPPG per daerah sesuai dengan potensi sumber daya dan kebiasaan sehari-hari masyarakat di wilayah tersebut.
“Karena kita ingin memberdayakan potensi sumber daya lokal dan juga kesukaan masyarakat lokal, supaya juga tekanan terhadap konsumsinya tidak terlalu tinggi. Jadi, kalau kita perintahkan menu nasional, pasti tekanannya tinggi, pasti harga naik,” paparnya.
Pernyataan soal 19.000 Sapi hingga Deretan Momen Viral Menu Daging
Sebelumnya, Dadan sempat melapor kepada Presiden Prabowo bahwa setiap dapur SPPG untuk MBG membutuhkan satu ekor sapi setiap hari saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara pada 15 Desember 2025 lalu.
Dalam rapat tersebut, Dadan mengungkapkan ada 19.000 dapur SPPG yang beroperasi pada akhir Desember 2025, sehingga menurutnya sebanyak 19.000 ekor sapi harus dipotong serentak dalam satu hari di seluruh nusantara.
Pernyataan tersebut yang kemudian beberapa kali mendapat sindiran dari warga penerima manfaat karena menu daging sapi jarang muncul saat MBG.
Beberapa olahan menu daging sapi sempat viral seperti saat menu kering Ramadan di Karawang, Jawa Barat di mana orang tua siswa protes menerima dua potong daging slice tipis untuk MBG.
Kemudian viral daging yang masih alot karena diduga pengolahan yang kurang sempurna di Lampung Barat hingga turut viralnya pengakuan siswa di Nabire saat menu MBG berisi rendang daging saat kunjungan Wapres Gibran di salah satu sekolah ketika biasanya dibagikan telur, ayam, atau ikan.