Peristiwa tersebut bermula saat korban merasa sakit di bagian dubur dan keluarga membawanya untuk diperiksa, sampai akhirnya mengaku telah mendapat perlakuan tak menyenangkan.
“Kecurigaan warga menguat karena ketidakhadiran korban saat ujian sekolah. Demi mengantar lembar ujian, guru berinisial D datang langsung ke rumah,” ucap Sekretaris Desa setempat, dikutip pada Kamis, 23 Juli 2026.
Melihat gelagat tak biasa itu, ibu angkat korban yang membawanya ke klinik dan pemeriksaan medis dilakukan.
Unggahan dari Instagram @wilis_medan menyebutkan bahwa korban sempat tidak masuk sekolah selama hampir dua minggu.
Dugaan pencabulan yang membuat geger warga Tanjungbalai ini tengah dalam proses penyelidikan untuk penyelesaian hukumnya.