Manfaat
Albers mengungkap tiga manfaat yang lahir dari kecenderungan seseorang yang 'JOMO' dalam menjalani kehidupannya:
1. Meningkatkan sisi produktivitas dan fokus dalam kegiatan sehari-hari
2. Meningkatkan keterlibatan emosional dalam menjalin hubungan sosial di lingkungan sekitar
3. Meningkatkan kesejahteraan emosional dan kesehatan fisik dalam menjalani aktivitas sehari-hari
Sisi Buruk
Meskipun terdapat manfaat yang baik bagi seseorang yang berperilaku JOMO, adapun sisi buruk dari JOMO.
Menurut Albers, JOMO juga dapat membuat seseorang takut untuk keluar dari zona nyaman dan menjelajahi hal-hal baru.
"Jika ada sisi buruk dari JOMO, itu adalah tentang motivasi seseorang untuk keluar dari zona nyaman dan menjelajahi hal-hal baru," tutur Albers.
Psikolog itu juga menyebut melihat apa yang dilakukan orang lain sebagaimana seseorang yang berperilaku FOMO, akan memberikan ide-ide baru yang tidak terpikirkan sebelumnya.
"Melihat apa yang dilakukan orang lain dapat memberikan seseorang ide baru yang tak pernah terpikirkan sebelumnya," tandasnya.
Berkaca dari hal itu, seseorang yang ingin membiasakan diri berprilaku JOMO juga tidak mesti 100 persen.
Albers menyarankan untuk memberikan porsi JOMO yang sesuai dengan kepribadian seseorang introvert maupun ekstrovert. Berikut ini sederet cara bagi seseorang yang ingin mengubah kebiasaan FOMO menjadi JOMO:
1. Biasakan Waktu Tanpa Gadget
Albers menyebut perilaku membatasi media sosial memungkinkan seseorang untuk memberikan waktu lebih untuk diri sendiri.
Artikel Terkait
Infinix Zero Flip Resmi Meluncur, HP Layar Lipat Harga Terjangkau
Tablet Infinix XPAD 4G Resmi Meluncur: Spesifikasi dan Harga Terbaru
Review Infinix Note 40 Pro: HP Gaming Rp 3 Jutaan dengan Desain Memikat dan Baterai Kuat
3 Tim Free Fire Indonesia Siap Bersaing di Grand Finals FFWS SEA 2024 Fall
5 Tips Pakai Fitur WhatsApp Channel