YOKALBAR - Iran menegaskan tidak menghentikan produksi rudal pascaperang terakhir. Teheran mengklaim persenjataan misilnya berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel dan menghantam sasaran yang telah ditentukan.
Juru bicara Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, pada Kamis (18/12/2025) menyatakan bahwa rudal-rudal Iran telah menghancurkan sejumlah target yang disebutnya sebagai target vital di wilayah Israel. Dikutip Kantor Berita Mehr, pernyataan tersebut disampaikan Shekarchi dalam pidatonya di Universitas Teknologi Sharif, Teheran.
Ia menegaskan bahwa rudal buatan Iran, yang dikembangkan oleh para ahli dalam negeri, mampu menembus seluruh sistem pertahanan udara Israel yang dinilainya mahal dan canggih. Menurut Shekarchi, keberhasilan menghadapi Israel tidak hanya bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga mencakup aspek keamanan, politik, ekonomi, hingga sosial.
Shekarchi menilai pendekatan komprehensif tersebut akan bermuara pada kemenangan, seraya menyebut Iran telah menempuh strategi itu selama lebih dari empat dekade.
Ia menuduh Israel secara konsisten memusuhi rakyat Iran, generasi muda, dan kedaulatan negara tersebut.
Menurutnya, penolakan terhadap kemerdekaan Iran menjadi faktor utama di balik permusuhan itu.
“Musuh-musuh bangsa merdeka di dunia tidak bisa menerima kemandirian Iran dan tidak menginginkan Iran yang bebas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Shekarchi mengungkapkan bahwa industri kedirgantaraan Iran telah berhasil mengembangkan dan meluncurkan rudal Fatah.
Ia mengklaim rudal tersebut memiliki kemampuan menembus beberapa sistem pertahanan udara paling maju di dunia serta mampu menyerang target di Israel dengan tingkat presisi tinggi.
Ia juga menilai Israel kini semakin mengalihkan bentuk permusuhan ke apa yang disebutnya sebagai “arena lunak dan berbasis pengetahuan.” Namun, Shekarchi menegaskan Iran memiliki kapasitas, pengalaman, dan keahlian untuk menghadapi perang di ranah tersebut, bahkan mengubah ancaman menjadi peluang.
Sebagai catatan, pada 13 Juni 2015 Israel pernah melancarkan serangan udara mendadak dalam operasi bertajuk “Rising Lion”, yang menargetkan sejumlah fasilitas militer dan nuklir Iran, termasuk lokasi pengayaan uranium Natanz.
Artikel Terkait
Kamchatka Kembali Diguncang Gempa, Peringatan Tsunami Menggema usai Wilayah Pesisir Timur di Rusia Itu Ditempa 7,4 Magnitudo
5 Poin Kritis soal Deal Perdamaian Gaza versi Trump-Netanyahu, dari Transisi Pemerintah hingga Palestina Ikut Merdeka
Perundingan Damai di Gaza ala Trump-Netanyahu Temui Jalan Terjal, Kini Peringatkan Hamas yang Enggan Ikut Lucut Senjata
Usai Jadi Jawara Wali Kota New York, Zohran Mamdani Minta Donald Trump Keraskan Suara Kritikan
AS Lakukan Aksi Balasan, Gempur Besar-besaran Target ISIS di Negara Arab