YOKALBAR - Amerika Serikat resmi melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026), menyusul eskalasi ketegangan yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Langkah ini terjadi setelah pernyataan keras Presiden AS terkait program nuklir Teheran, yang oleh Iran berulang kali disebut hanya untuk kepentingan sipil.
Sebelum keterlibatan Washington, Israel lebih dulu melakukan serangan yang disebut sebagai “pendahuluan”. Berikut rangkuman 18 fakta utama terkait perkembangan tersebut:
1. Serangan Awal Israel
Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan peluncuran serangan pendahuluan terhadap Iran. Ledakan dilaporkan terdengar di Teheran, Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah. Target disebut mencakup fasilitas militer dan sistem rudal balistik.
2. AS Resmi Terlibat
Tak lama setelah serangan Israel, AS mengonfirmasi operasi militer gabungan. Presiden Donald Trump menyatakan operasi dilakukan untuk meniadakan ancaman yang dianggap mendesak.
3. Konfirmasi dari Iran
Media pemerintah Iran melaporkan adanya “agresi udara”. Sejumlah titik di Teheran, termasuk area yang berkaitan dengan kepemimpinan tertinggi, dilaporkan terdampak.
4. Kedutaan AS Siaga
Kedutaan Besar AS di Qatar dan Bahrain menginstruksikan staf untuk berlindung dan meminta warga AS meningkatkan kewaspadaan.
5. Kondisi Presiden Iran
Media resmi Iran menyebut Presiden Masoud Pezeshkian dalam kondisi aman pasca-serangan.
6. Yerusalem Tutup Aktivitas