internasional

Panglima Tertinggi Angkatan Darat Iran Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel-AS

Sabtu, 28 Februari 2026 | 23:43 WIB
Amir Hatami, Panglima Tertinggi Islamic Revolution Guards Corps (IRGC) yan baru setelah Mayor Jenderal Hossein Salami tewas dalam serangan udara Israel di Teheran, Jumat, 13 Juni 2025. (en.irna.ir)

YOKALBAR - Media nasional di Israel melaporkan bahwa Jenderal Amir Hatami, yang disebut sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Darat Iran, tewas dalam rangkaian serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026). Meski demikian, hingga kini otoritas resmi Iran belum memberikan konfirmasi atas klaim tersebut.

Serangan itu terjadi setelah militer Israel lebih dulu meluncurkan rudal ke sejumlah target strategis di Iran. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kemudian menyatakan bahwa AS telah memulai “operasi tempur besar-besaran” di wilayah Iran.

Di sisi lain, pejabat Iran memperingatkan akan adanya balasan atas serangan tersebut. Seorang sumber yang dikutip Reuters menyebut respons Teheran akan bersifat “menghancurkan”.

Trump secara terbuka mengakui keterlibatan militer AS dalam operasi tersebut. Ia menuduh Iran berupaya menghidupkan kembali program nuklirnya serta mengembangkan rudal jarak jauh yang dinilai mengancam kepentingan Amerika dan sekutunya.

Dalam video yang diunggah melalui platform Truth Social, Trump juga menyerukan kepada Garda Revolusi Iran untuk menyerah. Ia menyatakan bahwa pihak yang mematuhi perintah akan diperlakukan adil, sementara penolakan akan berujung konsekuensi berat.

Trump turut menegaskan bahwa AS menargetkan industri rudal dan kekuatan angkatan laut Iran dalam operasi tersebut.

Hingga laporan ini diturunkan, jaringan seluler dan internet di Iran dilaporkan mengalami gangguan luas. Serangan rudal disebut mengarah ke sejumlah kota besar, termasuk Teheran dan Isfahan, mempertegas eskalasi konflik yang kini menjadi sorotan dunia internasional.

Tags

Terkini