internasional

Evan Haydar Ngaku Cemas Tak Bisa Pulang ke RI, Jika Jerman Ikut Masuk Pusaran Konflik Perang AS-Israel Melawan Iran

Selasa, 3 Maret 2026 | 19:31 WIB
Evan Haydar ungkap kecemasan perang Israel Iran dan konflik Timur Tengah, WNI di Jerman ini ingin pulang. (Instagram.com/@evanhaydar)

YOKALBAR - Influencer, Evan Haydar mengungkapkan ketegangan yang terjadi di negara tempat dirinya bekerja, yakni Jerman, buntut peperangan antara Israel vs Iran.

Sebelumnya diketahui, Israel dan Iran meningkatkan eskalasi serangan mereka sejak Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei gugur pada akhir Februari 2026 lalu.

Terkini, Iran memperluas serangan ke pangkalan Amerika Serikat (AS) hingga memicu ledakan di sejumlah negara Teluk.

Hal itu menandai eskalasi konflik yang kian tak terkendali, hingga membuat negara sekutu AS berpotensi ikut masuk dalam pusaran peperangan tersebut.

Salah satunya Jerman, negara sekutu AS yang kini dinilai tengah mempertimbangkan keikutsertaannya untuk turut berperang melawan Iran.

Melalui unggahan Instagram pribadinya,@evanhaydar, pada Selasa, 3 Maret 2026, Evan mengungkapkan hal tersebut seraya mengaku cemas karena berpotensi sulit untuk pulang ke Tanah Air.

"Guys, aku lagi serius mempertimbangkan untuk kembali ke Indonesia," ungkap Evan.

"Jerman lagi mempertimbangkan buat ikut perang melawan Iran," sambungnya.

Bagi yang belum tahu, Evan Haydar adalah seorang pemuda asal Gresik yang kini berkarier di Tesla, erusahaan raksasa otomotif dan energi bersih asal Jerman.

Lantas, apa sebenarnya alasan kuat bagi WNI asal Gresik yang kini bekerja di Jerman itu untuk kembali pulang ke Tanah Air? Begini katanya.

Tak Mau Terjebak Sendirian

Dalam pernyataannya, Evan menyoroti peperangan antara Israel vs Iran yang dinilai kian berbuntut panjang.

"Kita tidak tahu perang nantinya akan mereda atau makin parah," terangnya.

Terlebih, AS yang memiliki banyak negara sekutu di Eropa kini turut membantu Israel dalam peperangan melawan Iran.

Halaman:

Tags

Terkini