internasional

Penyebab Runtuhnya Negara Besar Uni Soviet, Diantaranya Akibat Perang Antar Etnis

Senin, 20 Februari 2023 | 17:05 WIB
monumen saint petersburg (yokalbar)

YOKALBAR- Rusia kini begitu digdaya, dibawah pemerintahan yang dikomandoi oleh Presiden Putin membuat negara ini menjadi salah satu negara terkuat dimuka bumi.

Terlebih ketika mereka melakukan tindakan militer ke negara tetangganya Ukraina, Meski pada dasarnya secara historis dua negara ini ibarat adik dan kakak karena pernah dalam satu rahim yang sama yakni Uni Soviet.

Terlepas apa yang menjadi dasar konflik, siapa yang benar siapa yang salah tentu masing-masing punya alasan. Meski dari lubuk hati yang dalam kita tidak ingin ada perang di muka bumi ini.

Indonesia dan Uni Soviet adalah negara yang bersahabat sejak lama, bisa dikatakan cs kental ketika Presiden Indonesia Soekarno berkuasa.

Presiden Soekarno tumbang diperjalanan kekuasaannya, namun Indonesia tidak runtuh. Uni Soviet bubar ketika Reformasi Gorbachev berjalan.

Bubarnya Uni Soviet dapat menjadi pelajaran bagi sejarah dunia, diartikel ini kami menukil dari Russia Beyond atau situs media milik pemerintah Rusia terkait penyebab  keruntuhan Uni Soviet yang ditulis oleh alexéi timoféichev.

Menurutnya ada tiga penyebab keruntuhan Uni Soviet, yang terdiri dari.

Yakni yang pertama diakibatkan harga minyak yang jatuh dan inefisiensi ekonomi.  Ketika harga minya jatuh maka salah satu faktor untuk menghasilkan pendapatan negara kemudian runtuh.

Yang kedua kemudian adalah konflik etnis,  Di akhir '80-an, pada masa Perestroika, terjadi peningkatan kekerasan yang disebabkan persaingan nasionalisme etnis di republik-republik Soviet. Contoh pertama kekerasan etnis terjadi pada akhir 1986 di ibu kota Kazakhstan, Almaty. Saat itu, anak-anak muda Kazakh yang tak puas dengan pengangkatan kepala republik mereka, yang merupakan seorang beretnis Rusia, berdemonstrasi hingga menyebabkan kerusuhan. Akhirnya, pemerintah mengirim pasukan untuk meredakan kerusuhan.

Kemudian, ada pogrom (pembunuhan besar-besaran) di Kota Sumgait, Azerbaijan, dan aksi kekerasan di Tbilisi, Baku, dan tempat-tempat lain di seluruh negeri. Konflik paling berdarah terjadi di Karabakh antara Azerbaijan dan Armenia, yang kadang-kadang disebut sebagai “salah satu pemicu politis utama yang mengawali disintegrasi Uni Soviet”. Pada akhir 1980-an, konflik etnis berubah menjadi mematikan, menewaskan ratusan orang dalam pertempuran.

Kemudian yang terakhir tentunya adalah reformasi Gorbachev meski kemudian Ada teori konspirasi yang populer di Rusia bahwa Gorbachev sengaja berusaha menghancurkan sosialisme dan Uni Soviet. Namun, itu tak ditanggapi secara serius karena tidak ada indikasi apa pun yang menunjukkan bahwa ia benar-benar ingin melemahkan kepemimpinannya sendiri.

Untuk lebih lengkapnya anda dapat membuka link RBTH guna mendapatkan gambaran lebih lengkap.

Tags

Terkini