YOKALBAR --Terletak di Tugu Khatulistiwa, dr. Harisson, M.Kes., yang bertindak sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, didampingi oleh Istrinya yang juga menjabat sebagai Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kalbar, Ny. Windy Prihastari, S.STP., M.Si., menghadiri Pesona Kulminasi Matahari Kota Pontianak yang menghasilkan bayangan objek yang tidak terlihat, pada hari Kamis, 21 September 2023.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Wali Kota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T., serta Ketua TP-PKK Kota Pontianak, Forkopimda, dan masyarakat yang memadati area tugu kebanggaan warga Pontianak ini.
Berbagai tampilan seni khas Melayu Pontianak dan hidangan khas Kota Khatulistiwa disajikan dalam acara tersebut. Telok Bediri, yang selalu menjadi ikon dalam Festival Kulminasi, juga tidak terlupakan.
Baca Juga: Harga Beras Melonjak di Singkawang,Ongkos Paket Operasi Pasar Ikutan Naik
Baca Juga: Pemkot Singkawang Lakukan Operasi Pasar untuk Tekan Inflasi
Dr. Harisson, selaku Penjabat Gubernur, menyatakan bahwa Pesona Kulminasi Matahari Kota Pontianak ini harus dijadikan sebagai acara rutin dan menjadi bagian dari kalender nasional. Hal ini karena tidak semua wilayah di Indonesia mengalami peristiwa Kulminasi ini.
"Ilustrasi tentang matahari yang berada tepat di garis khatulistiwa ini sungguh menakjubkan, karena di titik ini, gravitasi seolah-olah seimbang. Oleh karena itu, kita dapat menempatkan telur di permukaan datar tanpa bergeser. Kami telah berupaya keras untuk menjadikan acara ini sebagai salah satu acara unggulan dalam kalender wisata nasional, bahkan internasional. Sehingga, kami berharap banyak wisatawan asing yang akan datang ke Tugu Khatulistiwa di Kota Pontianak ini," ungkapnya.
Tidak hanya itu, untuk meningkatkan daya tarik acara ini, dr. Harisson juga menekankan pentingnya meningkatkan kualitas kuliner lokal agar dapat menarik minat wisatawan.
"Kuliner adalah aset penting di sini. Kami juga harus menyediakan hidangan-hidangan lokal yang dapat dinikmati oleh setiap wisatawan yang datang ke sini. Kuliner ini sendiri bisa menjadi daya tarik setelah kekayaan alam yang kami miliki," tambahnya.
Selain itu, dalam konteks penunjang pariwisata, dr. Harisson menyayangkan penutupan rute penerbangan internasional di Bandara Supadio yang dilakukan sebagai tindakan pencegahan penyebaran virus Covid-19 selama pandemi.
"Kami berharap Kementerian Perhubungan dapat mendukung Kalimantan Barat untuk membuka kembali jalur penerbangan internasional. Ini akan meningkatkan investasi, karena investor asing akan lebih tertarik datang ke Pontianak jika ada penerbangan langsung.
Pada tahun sebelumnya, Pak Sutarmidji (Gubernur sebelumnya) sudah mengirim surat kepada Kementerian Perhubungan untuk membuka kembali rute Pontianak - Kuala Lumpur dan Pontianak - Kuching seperti yang dulu. Namun, hingga saat ini kami belum menerima respons dari Kementerian Perhubungan. Kami berharap agar kami dapat segera bertemu dengan Kementerian Perhubungan," tambahnya.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, juga merasa bersyukur atas terselenggaranya acara khas Kota Khatulistiwa ini. Dia berharap bahwa acara ini akan menjadikan Pontianak memiliki acara pariwisata yang unik dibandingkan dengan wilayah lainnya. Selain itu, dengan terselenggaranya acara ini, ia berharap dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Kota Pontianak.
Artikel Terkait
Pemkot Singkawang Lakukan Operasi Pasar untuk Tekan Inflasi
Edi Kamtono Dorong Sektor Pendidikan Tanamkan Pemahaman Inklusi Keuangan Kepada Pelajar Sejak Dini
KULIAH KERJA PROFESI SERDIK SESPIMEN DIKREG KE-63 POKJAR II DI POLRES SINGKAWANG
Harga Beras Melonjak di Singkawang,Ongkos Paket Operasi Pasar Ikutan Naik