YOKALBAR - Aksi tawuran terjadi di Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat beberapa hari belakangan ini.
Mirisnya, aksi tawuran ini tak hanya dilakukan oleh pemuda, namun juga para remaja di bawah umur yang masih bersekolah.
Bahkan, belum lama ini, petugas kepolisian juga sempat mengamankan remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah, lantaran terlibat aksi tawuran.
Baca Juga: MABM Libatkan Ormas Gelar Dialog Publik Investasi Kabupaten Sambas
Petugas kemudian memanggil orang tua para remaja tersebut agar mendapat pembinaan.
Aksi tawuran yang melibatkan siswa sekolah menengah ini, membuat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Singkawang, Asmadi memberi tanggapan.
Asmadi mengaku merasa miris dengan aksi tawuran yang terjadi di Kota Singkawang, terlebih melibatkan para siswa sekolah menengah.
Baca Juga: Idham Holik : Penyelenggara Pemilu Harus Paham Aturan
Meskipun aksi tawuran tersebut berada di luar jam dan lingkungan sekolah, namun diperlukan kerjasama antara pihak sekolah, orang tua dan masyarakat lainnya untuk mencegah terjadinya aksi tawuran tersebut.
"Saat ini kami coba melakukan mapping karakter pelajar, sebagai langkah pencegahan," terang Asmadi.
Seperti diketahui, aksi tawuran yang terjadi di Kota Singkawang ini selalu terjadi pada malam hari, sekitar pukul 11 dan pukul 1 dini hari.
Baca Juga: Seorang Pemuda Pemangkat Tusuk Paman Sendiri Gunakan Pisau Dapur
Waktu-waktu ini tentu saja menjadi tanggung jawab orang tua mereka untuk mengawasi anak-anaknya, pasalnya berada di luar jam sekolah. (*)
Artikel Terkait
Kemenkes Jalin Kemitraan Global Guna Percepat Kemandirian Vaksin
KPK RI dan ACRC Korsel Sepakat Lakukan Kerjasama
Seorang Pemuda Pemangkat Tusuk Paman Sendiri Gunakan Pisau Dapur
Idham Holik : Penyelenggara Pemilu Harus Paham Aturan
MABM Libatkan Ormas Gelar Dialog Publik Investasi Kabupaten Sambas