YOKALBAR - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIB Singkawang kini bisa mempelajari cara membuat sapu dan sandal.
Hal ini berkat pelatihan yang digelar Lapas Singkawang dengan melibatkan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang dan Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI).
Pelatihan pembuatan sepatu dan sandal ini digelar selama 5 hari serta diikuti oleh 25 orang, terdiri dari 18 narapidana dan 7 warga di luar Lapas.
Menariknya, para peserta ini dilatih langsung oleh 4 orang Instruktur dari Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) Sidoarjo, di Ruangan Pelatihan Kerja / LPK Lapas Kelas IIb Singkawang.
Salah satu Instruktur dari BPIPI, Farius mengatakan, Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia sebagai wadah pelatihan pembuatan sepatu dan sandal memberikan pelatihan agae mereka bisa memiliki ketrampilan dalam hal pembuatan sepatu dan sandal yang nantinya bisa dikembangkan dan bisa menjadikan peningkatan kesejahteraan.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang, Heri Apriyadi dalam kesempatan itu menyampaikan bahwasanya Kota Singkawang sebagai kota wisata dengan banyaknya hotel tentunya sebagai salah satu peluang usaha tersendiri untuk peningkatan kesejahteraan bagi warga masyarakat salah satunya yaitu pembuatan sandal hotel, yang mana nantinya di Singkawang bisa memproduksi sandal hotel dan bisa ditrisbusikan pada hotel hotel yang ada di wilayah Singkawang, Bengkayang, Sambas dan Mempawah.
Baca Juga: Hendak Melintas Gerbang Tol Kalingkung, Truk Bermuaran 10 Ton Pupuk Bersubsidi Diamankan Polisi
"Peluang usaha ini kita maksimalkan dengan memberikan pelatihan kepada warga masyarakat dan warga binaan yang ada di dalam Lapas, sehingga mereka akan memiliki ketrampilan dan keahlian dalam hal pembuafan sepatu dan sandal yang nantinya bermanfaat dan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi peserta pelatihan begitu pula warga binaan yang ada di dalam Lapas," ungkapnya.
Sementara itu, Kalapas Singkawang, Priyo Tri Laksono sangat mendukung kerjasama pelatihan pembuatan sepatu dan sandal bagi narapidana yang ada di dalam Lapas Singkawang, ini sebagai bentuk pembinaan kemandirian agar narapidana di dalam Lapas bisa memiliki ketrampilan yang nantinya bisa dijadikan sebagai salah satu sebagai bekal hidup dan pekerjaan setelah mereka bebas nantinya.
Baca Juga: 10 Tips Untuk Mendapatkan Tidur Nyenyak yang Berkualitas
"Kerjasama pelatihan ini sangat kami dukung, karena pembinaan di dalam Lapas sangat penting untuk dilakukan, agar mereka bisa mendapatkan ketrampilan dan keahlian sehingga memiliki bekal hidup ketika bebas nantinya, dengan harapan mereka tidak akan mengulangi lagi tindak pidana yang pernah dilakukan," terang Priyo.
Iapun terus menjalin kerjasama dengan semua pihak dan para stakholder yang ada di kota singkawang agar pelatihan pembuatan sandal ini terus berkelanjutan yang mana nantinya narapidana di dalam Lapas Singkawang bisa ikut memproduksi sandal hotel yang berkualitas dan bisa didistribusikan pada hotel di wilayah Singbebaswah. (*)
Artikel Terkait
Besaran Gaji Kepala Desa Tahun 2023
10 Tips Untuk Mendapatkan Tidur Nyenyak yang Berkualitas
Hendak Melintas Gerbang Tol Kalingkung, Truk Bermuaran 10 Ton Pupuk Bersubsidi Diamankan Polisi
Harni Indriani Hadiri Pembukaan Bola Voli Sahara Tebas Sungai Cup 2023
PLB KUMBA, Inovasi Baru Dari Imigrasi Singkawang yang Sasar Masyarakat Terpecil Hingga Minim Transportasi