Edi Rusdi Kamtono Apresiasi Tim Spanta Percussion SMPN 3 Pontianak

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Selasa, 31 Oktober 2023 | 19:45 WIB
Walikota Pontianak Edi rusdi Kamtono (Yokalbar)
Walikota Pontianak Edi rusdi Kamtono (Yokalbar)

YOKALBAR - Tim Spanta Percussion dari SMPN 3 Pontianak menampilkan pertunjukan musik tradisional yang memukau saat Sepekan Seni dan Bahasa di SMPN 3 Pontianak, pada hari Selasa, 31 Oktober 2023.

Grup musik perkusi ini, yang terdiri dari siswa-siswi SMPN 3 Pontianak, meraih medali emas sebagai Penyaji Musik Tradisional Terbaik mewakili Provinsi Kalbar dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) di Jakarta pada bulan Agustus lalu.

Penampilan Tim Spanta Percussion menjadi salah satu highlight dalam rangkaian Hari Jadi ke-252 Pontianak, yang menyajikan berbagai hiburan dan seni, mulai dari tarian, grup vokal, teater, hingga drum band. Karya seni yang dihasilkan oleh peserta didik juga ditampilkan dengan bangga.

Baca Juga: Tampung Aspirasi Saat Reses di Jawai Selaran, Subhan Nur : Saya Akan Berusaha Keras Perjuangkan Akses Jalan

Baca Juga: Nekat Jadi Kurir Sabu, Pria Asal Sidoarjo Diciduk Polisi di Kamar Kos

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengungkapkan apresiasi dan ucapan selamat kepada Tim Spanta Percussion SMPN 3, yang telah membanggakan Kota Pontianak dan Provinsi Kalbar di tingkat nasional. Keberhasilan luar biasa ini menjadi bukti bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan semangat, setiap individu dapat meraih prestasi cemerlang.

"Harapan saya adalah bahwa prestasi luar biasa ini akan menginspirasi generasi muda untuk terus mengembangkan dan mengeksplorasi potensi mereka, tidak hanya dalam seni, tetapi juga dalam berbagai bidang lainnya," ujar Edi.

Edi juga mengungkapkan apresiasinya kepada guru-guru dan orang tua yang telah membimbing serta memberikan semangat kepada siswa-siswa SMPN 3, sehingga mereka dapat memberikan kebanggaan bagi sekolah, Kota Pontianak, dan Provinsi Kalbar.

"Semoga mereka tetap mempertahankan semangat dalam mengembangkan bakat dan minat mereka, sehingga prestasi terus mengalir," tambahnya.

Menurutnya, dunia pendidikan seharusnya dipenuhi dengan kreativitas dan inovasi, sehingga para guru diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang menarik. Ketika siswa-siswa merasa senang dengan cara mereka belajar, mereka akan lebih mudah menyerap pengetahuan.

"Para peserta didik harus mencintai belajar. Mari kenalkan mereka dengan ilmu pengetahuan secara menarik," ungkapnya.

Kurikulum Merdeka Belajar yang diperkenalkan oleh Kemendikubristek memberikan dampak positif, tidak hanya bagi siswa-siswi, tetapi juga bagi orang tua, karena melibatkan mereka dalam proses belajar mengajar. Edi mendorong orang tua untuk menyediakan fasilitas belajar yang mendorong anak-anak sebagai stimulan.

"Kurikulum ini mengajarkan anak-anak untuk berpikir kritis, artinya mereka menjadi individu yang kritis," kata Edi.

SMPN 3 Pontianak, dengan semboyan 'Sekolahnya Para Juara,' tidak hanya mencetak anak-anak berprestasi dan berintegritas, tetapi juga peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X