YOKALBAR, SINGKAWANG -- Kepala Kantor Kementerian Agama Singkawang, Muhlis mendorong agar masyarakat untuk menolak politik uang.
Selain agar keberlangsungan pemilu yang jujur dan adil, juga sudah sepantasnya tokoh atau pemuka agama membantu mengedukasi para pemilih untuk tidak berorientasi kepada uang dalam memberikan hak pilihnya.
"Kita harus mendidik masyarakat jangan sampai memilih orang karena diberi duit, supaya masyarakat percaya orang terpilih bukan karena duit. Kita harus bersama-sama mencerdaskan masyarakat," Kata Muhlis selaku narasumber pada acara sosialisasi Bawaslu Singkawang, 2 Februari 2024.
Dirinya juga mencontohkan upaya kementerian agama dalam meniadakan praktek memberi uang kepada petugas contohnya penghulu, meski prosesnya lama namun kini sudah cukup berhasil.
"Contoh di kementerian agama, lama untuk membiasakan biar penghulu tidak diberi uang, penghulu sudah digaji negara tapi kata masyarakat itu sedekah, tapi itu memang tidak boleh meski sekarang sudah tidak ada lagi praktik seperti itu,"kata Muhlis
Sebelumnya, Bawaslu Kota Singkawang menggelar Sosialisasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu Partisipatif dengan tema peran masyarakat dalam pengawasan partisipatif pada tahapan pemungutan dan penghitungan suara pemilu tahun 2024.
Kegiatan yang digelar di aula pertemuan Kampung Batu ini menghadirkan narasumber Kepala Kantor Kementerian Agama Singkawang dan perwakilan dari Kesbangpol Kota Singkawang.
Ketua Bawaslu Kota Singkawang, Hendro Susanto mengatakan pihaknya sengaja melibatkan Kemenag dan Kesbangpol lantaran dua instansi ini memiliki peran penting dalam menyukseskan Pemilu 2024.
"Kami yakin apapun agamanya pasti akan menyebarkan kebaikan, tidak mungkin ada yang nyuruh bikin pemilu rusuh," kata Hendro Susanto, 2 Februari 2024.
Bawaslu sendiri mengundang para tokoh agama, organisasi kemasyarakatan dan budaya dalam kegiatan kali ini.
"Kami yakin semua sudah bekerja dengan baik, Kami berharap bersama bapak dan ibu kita dapat menegakkan pemilu," katanya.
Hendro juga berpesan agar seluruh masyarakat untuk tidak terjebak dalam money politik.
"Kami penyelenggara pemilu tidak pernah bosan-bosannya akan menyampaikan hentikan atau stop money politik, personel kami terbatas, untuk itu kami harapkan bapak dan ibu menjadi bagian dari kami dalam pengawasan partisipatif," katanya.
Artikel Terkait
Menyambut Tahun Baru Imlek dengan Menu Spesial dari Sarirasa Group
Rapat dengan Erick Thohir, Coach Justin Beberkan Nasib STY
BREAKING NEWS - Kebakaran di Singkawang Tewaskan Seorang Perempuan Muda
Coach Justin Beberkan Sejumlah Kekurangan STY, Diantaranya Bahasa
Bawaslu Singkawang Ajak Seluruh Lapisan Masyarakat Bantu Awasi Pemilu 2024