YOKALBAR, SINGKAWANG - Tenaga kesehatan yang bekerja disejumlah rumah sakit milik pemerintah provinsi Kalimantan Barat resah.
Mereka khawatir dengan dana Tambahan Penghasilan Pegawai atau TPP yang dihilangkan oleh pemerintah provinsi.
Tenaga kesehatan tersebut tersebar di RSUD Soedarso Pontianak, RSJ Sungai Bangkong dan RSJ Provinsi Kalbar yang terdapat di Singkawang Timur.
“Auto kena mental,” ujar seorang nakes yang bekerja di RSJ Provinsi Kalbar melalui pesan singkatnya.
Nakes ini mengakui keputusan pemerintah provinsi kali ini sangat mempengaruhi 'dapur' mereka.
“Bukannya nambah, malah berkurang,” katanya sambil meminta identitasnya dirahasiakan.
Baca Juga: Bawa Sabu 1/2 Ons, Pria Asal Singkawang Diringkus Polisi
Baca Juga: Kemenkeu Ungkap Besaran Nominal THR PNS Tahun 2024
Sejumlah pihak juga sudah bersuara menyayangkan keputusana Pemprov Kalbar tersebut, dikutip dari berbagai sumber, misalnya Ketua Lembaga Kajian Anak Negeri, Maman Suratman berpendapat, kebijakan yang diambil oleh Pj Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, berpotensi merusak citra RSUD Soedarso.
“Pemotongan TPP ini akan berdampak terhadap kinerja pegawai. Terutama tenaga kesehatan di RSUD Soedarso,” kata Maman pekan kemarin kepada awak media.
Artikel Terkait
PT Taspen Akan Cairkan Gaji Pensiunan PNS Sesuai PP Nomor 8 Tahun 2024
Sulawesi Selatan: Mengenali Kota Baru yang Sudah Ditandatangani Mendagri
Kemenkeu Ungkap Besaran Nominal THR PNS Tahun 2024
Jadi Pengedar Narkoba, Pria Asal Sambas Ditangkap Polisi di Singkawang
Bawa Sabu 1/2 Ons, Pria Asal Singkawang Diringkus Polisi