YOKALBAR PONTIANAK - Kalimantan Barat akan segera memiliki asrama haji yang representatif yang akan memudahkan umat calon haji ketika akan melakukan keberangkatan.
Kanwil Kemenag Kalimantan Barat tengah membangun gedung asrama haji. Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementrian Agama RI (Dirjen PHU) Hilman Latief meminta pembangunan dilakukan tepat waktu agar gedung bisa segera digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat khususnya jemaah haji.
“Pembangunan asrama haji Pontianak ini harus tepat waktu. Pastikan sebelum Oktober sudah tuntas dan sudah serah terima. Terus komunikasi jika ada kendala dan masalah di lapangan," kata Dirjen PHU, Hilman Latief saat memberikan arahan pada Groundbreaking Pembangunan Asrama Haji Pontianak, Jum'at (29/3/2024).
Baca Juga: Paus Fransiskus Akan Kunjungi Indonesia
Baca Juga: KRONOLOGI Pelajar di Purbalingga Tewas Disambar Petir, Korban Berada di Bawah Pohon Kelapa
“Pembangunan asrama haji ini menjadi ikhtiar Kemenag dalam peningkatan layanan bagi jemaah di Kalimantan Barat. Harapan kita layanan haji semakin baik dari waktu ke waktu,” sambungnya.
Menurut Hilman Latief, pembangunan asrama haji di Pontinak sangat penting. Sebab, selama ini masih banyak jemaah haji di Kalimantan Barat yang menginap di hotel karena kondisi asrama haji belum memadai. Meski lebih nyaman di hotel, tetapi secara tradisi berbeda dengan Provinsi lain yang memang memiliki dan menikmati aura dari asrama haji.
“Biasanya saudara atau keluarga yang mengantarkan jemaah ke asrama haji, menunggu di depan, antre, itu menjadi suatu kenangan lain. Seperti saya dulu mengantarkan Nenek dan Ibu. Itu hanya bisa berbaris dan berdiri di depan pagar asrama haji Pondok Gede,” kisah Hilman Latief.
Sekarang, kata Hilman Latief, pengembangan asrama haji sudah dilakukan di berbagai provinsi, salah satunya di Kalimantan Barat. Kebutuhan Asrama Haji di Kalimantan Barat menjadi penting untuk peningkatan layanan bagi jemaah.
Mengapa layanan haji dioptimalkan melalui asrama haji? Menurut Hilman Latief, itu karena sejak tahun lalu di bawah kepemimpinan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, musim haji mengusung tema ‘Haji Ramah Lansia’. Sebab, dari tahun ke tahun, jemaah haji Indonesia yang lansia semakin banyak. Mereka yang mendaftar haji, saat umur masih muda, masih seger, begitu saatnya berangkat haji sudah lansia, karena masa tunggu yang masih panjang.
“Hampir di setiap Provinsi masa tunggu 30-40 tahun. Saat daftar masih produktif, masih lugas, tapi saat tiba berangkat, energinya sudah habis,” kata Hilman Latief.
Untuk itu, Hilman Latief berharap, desain gedung harus disesuaikan, jika ada perubahan bentuk gedung harus menyesuaikan dengan kondisi jemaah lansia. Itu juga sesuai dengan arahan Pak Presiden RI Joko Widodo sebagaimana disampaikan bapak Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bahwa haji ramah lansia merupaka lagacy pemerintah saat ini.
Artikel Terkait
Perang Sarung Bikin Resah, Polisi di Boyolali Turun Tangan
KRONOLOGI Pelajar di Purbalingga Tewas Disambar Petir, Korban Berada di Bawah Pohon Kelapa
TERUNGKAP - Ini Alasan Babysister Aniaya Anak Emy Aghnia Punjabi
1000 Pil T-Rex Disita Polisi Usai Berhasil Bekuk Pengedar di Situbondo
Paus Fransiskus Akan Kunjungi Indonesia