Dirinya mencontohkan pada satu lokasi titik api yang sudah disemprot berkali-kali bahkan lahannya seolah-olah sudah menjadi bubur karena terlalu banyak disemprot. Namun ketika baru ditinggal pergi selama 15 menit, asap kembali muncul dari tanah tersebut.
"Gambutnya kedalaman 14 sampai 20 meter dan lahan gambut di Kalbar ini luasnya 2,8 juta hektare dari 14 juta hektare luas lahan Kalbar, jadi hampir 20 persen di Kalbar ini lahan gambut," jelasnya.
Dikatakan Harisson, penanganan bencana Karhutla di Kalbar, Pemprov tidak bisa bekerja sendirian. Kerjasamnya dilakukan bersama Polda Kalbar, Kodam XII Tanjungpura, Manggala Agni dan pihak lainnya. Di Pemprov sendiri ada BPPD dan kelompok masyarakat termasuk pemerintah kabupaten kota di Kalbar.
Ia mengungkapkan berbagai upaya pencegahan juga telah dilakukan Pemprov Kalbar diantaranya dengan memberikan pemahaman lewat sosialisasi kepada kelompok-kelompok masyarakat. Agar ketika terjadi kebakaran harus cepat dideteksi dan dilaporkan sedini mungkin sehingga bisa segera dilakukan pemadaman.
"Kita harapkan masyarakat tidak melakukan pembakaran pembakaran lahan atau kalau memang ada kebakaran lahan yang tidak sengaja harus cepat dilaporkan sedini mungkin agar tidak meluas," pungkas Harisson.
Artikel Terkait
Prinsip Tegas Gus Makki di Pilbup Banyuwangi 2024, Lebih Baik Kembalikan Rekom Ketimbang Cuma P2
Awalnya Tak Mau Nyalon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024, Gus Ibin Akhirnya dapat Restu Sang Bunda Maju
Bawaslu Sambas Tingkatkan Silaturahmi Dengan KPU Sambas Lewat Sparing Sepak Bola Mini
Dukungan Masyarakat Terhadap Penataan Parkir di Singkawang
Posisi Jakarta Lavani Tergantikan Oleh Bhayangkara Presisi Sebagai Juara Proliga 2024