Heli ini diberikan ke Kalbar atas dasar surat permohonan dari Pemprov sebagai bentuk antisipasi karhutla karena kita sudah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana.
“SK Status Tanggap Darurat Bencana tingkat Provinsi Kalbar berlaku sampai 31 Oktober. Dan memang yntuk karhutla di Kalbar , indikasinya masih tinggi dan bisa saja status ini akan diperpanjang tergantung kondisi dilapangan,”tegasnya.
Ia menegaskan apabila masyarakat menemukan titip api, untuk bisa melaporkan ke BPBD Kalbar, melalui nomor Posko PDB untuk mempermudah pelaporan.
“Nanti akan ada operatornya yang akan mengendalikannya, jika ada laporannya akan disampaikan ke satgas. mengenai nomor posko ini akan kami share atas hasil rapat brifing hari ini,” tegasnya.
Ia mengatakan berdasarkan hasil perkiraan cuaca BMKG, mengenai peringatan dini cuaca bahwa puncak kemarau akan terjadi sampai Oktober mendatang.
“Tapi kalau kita lihat hari ini memang tidak ada titik api, karena turun hujan di wilayah kabupaten kota,”pungkasnya.
Artikel Terkait
Mahasiswa, Ormas, OKP Lintas Etnis dan Agama Sepakat Pilkada Damai di Singkawang
Sepakati Pemilu Damai di Singkawang, Sejumlah Ormas, OKP Hingga Elemen Masyarakat Lintas Etnis Tanda Tangani Pernyataan Sikap
Kuasa Hukum Azizah Salsha Laporkan Akun Penyebar Hoax dan Fitnah ke Bareskrim Polri
Makan Malam Bersama Penggiat Ekonomi Kreatif, Tjhai Chui Mie dan Penggiat Medsos Sepakat Pentingnya Media Sosial