Yokalbar, Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa program pembebasan SPP bagi SMA swasta di provinsi tersebut akan diprioritaskan untuk sekolah yang mengalami kesulitan keuangan atau terancam tutup. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Paripurna Penyampaian Pidato Perdana Gubernur Kalbar Masa Jabatan 2025-2030 di Kantor DPRD Provinsi Kalbar, pada Senin, 3 Maret 2025.
“Jadi kita prioritaskan sekolah-sekolah swasta yang tidak mampu dulu, yang kondisinya sudah mulai tutup,” kata Ria Norsan.
Ia mengatakan telah meminta Dinas Pendidikan untuk mendata sekolah swasta yang membutuhkan bantuan.
Baca Juga: Lebih 900 Rumah Bersubsidi Disiapkan untuk Personel Kepolisian di Polda Kalbar
Sementara itu, sekolah swasta yang sudah mapan, tetap akan mendapatkan perhatian, namun bantuan untuk mereka akan menunggu ketersediaan anggaran.
Meski menghadapi kendala pemotongan anggaran tahun ini, Gubernur optimistis bahwa program ini bisa terealisasi sepenuhnya pada 2026.
“Kalau tidak ada pemotongan anggaran, sebenarnya tahun ini sudah bisa kita tampung semuanya,” tambahnya.
Saat ini, sekitar 40 ribu siswa SMA swasta masih menunggu realisasi program ini. Langkah ini diambil sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan, agar siswa di sekolah swasta juga bisa mendapatkan hak yang sama seperti di sekolah negeri.
Artikel Terkait
Anak Meninggal Dikeroyok Saat Pawai Obor Pontianak, Syarifah Velia Tuntut Hukuman Mati Pelaku
Gubernur Kalbar Ingatkan Rendahnya IPM, Tingkat Kemiskinan, dan Tingginya Pengangguran
Iqbal Meninggal dengan Luka di Kepala Saat Ikuti Pawai Obor, Polresta Pontianak Tangkap Dua Pelaku
Momen Manis Fiersa Besari Bersama Kinasih Menyusuri Bumi usai Selamat dari Ekspedisi Carstensz: Pulang dengan Rasa Rindu
Lebih 900 Rumah Bersubsidi Disiapkan untuk Personel Kepolisian di Polda Kalbar