YOKALBAR KUBU RAYA – Banjir yang menggenangi Ruas Jalan Negara Trans Kalimantan di Desa Pancaroba, Kecamatan Sungai Ambawang, masih belum surut sejak Minggu lalu.
Akibatnya, arus lalu lintas terganggu, dengan antrean kendaraan, terutama truk angkutan barang, mengular karena kesulitan melintas.
Salah satu warga yang sempat melintas membagikan rekaman kondisi jalan yang dipenuhi kendaraan yang bergerak lambat. Banyak sopir truk terpaksa menghentikan perjalanan mereka karena genangan air cukup tinggi, mencapai hingga 100 cm di beberapa titik.
Baca Juga: BPBD Kalbar sebut Perlu Langkah Permanen untuk Pencegahan Banjir Pancaroba
Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel, mengonfirmasi bahwa banjir di wilayah ini bukan hanya akibat hujan lokal, tetapi juga karena air kiriman dari hulu, yakni dari Kabupaten Landak dan Sanggau.
“Kondisi di lokasi sebenarnya tidak hujan terus-menerus, namun karena Pancaroba berada di wilayah hilir, air dari hulu terus mengalir dan menggenangi jalan,” ujarnya, Jumat (7/3/2025).
Selain menghambat lalu lintas, banjir juga berdampak pada warga sekitar yang rumahnya mulai tergenang. Sejumlah pengendara yang terjebak di jalan mengeluhkan sulitnya melintas, terutama kendaraan roda dua dan mobil kecil yang harus mencari jalur alternatif melalui Sungai Pinyuh.
Untuk mengatasi kemacetan, petugas kepolisian, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan BPBD diterjunkan ke lokasi guna mengatur arus lalu lintas dan membantu kendaraan yang kesulitan melewati banjir. Namun, hingga kini, kondisi di lapangan masih cukup sulit, terutama bagi kendaraan berat yang harus menunggu surutnya air agar bisa melanjutkan perjalanan.
Masyarakat yang tinggal di sekitar jalan yang tergenang diimbau untuk tetap waspada, mengingat debit air bisa kembali meningkat jika hujan turun di wilayah hulu.
Artikel Terkait
Bupati Mempawah Sampaikan Terimakasih kepada Pemprov Kalbar
Gubernur Kalbar Ria Norsan Sebut Pemprov Siapkan Langkah Penanganan Banjir, PUPR dan BPBD Tinjau Lokasi
Mitigasi Banjir di Pancaroba dan Teluk Bakung: BPBD Kalbar Usulkan Waduk dan Pengerukan Parit
BPBD Kalbar Imbau Pengguna Jalan Gunakan Jalur Alternatif Apabila Jalur Trans Kalimantan Terendam Banjir