YOKALBAR Pontianak – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis, terutama proyek jalan lingkar luar (outer ring road) dan Jembatan Kapuas 3. Dua proyek ini dipandang krusial untuk mengatasi kemacetan yang kian parah serta memperkuat konektivitas wilayah menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menyatakan bahwa jalan lingkar akan menghubungkan Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Mempawah.
Proyek ini menjadi prioritas dalam menjawab lonjakan kendaraan dan aktivitas ekonomi yang memicu kepadatan lalu lintas di kawasan perkotaan.
“Ini bukan sekadar proyek pembangunan. Ini adalah kebutuhan mendesak untuk menjamin kelancaran mobilitas masyarakat dan arus logistik antarwilayah,” tegas Norsan, pada Jumat, 18 April 2025.
Pemprov Kalbar tengah menyiapkan Dana Insentif Daerah (DID) sebagai tahap awal, khusus untuk proses pembebasan lahan di kawasan strategis seperti Kambungan dan Kubu Raya. Setelah itu, usulan akan diajukan ke Kementerian PUPR untuk masuk ke dalam daftar proyek prioritas nasional.
Selain jalan lingkar, Pemprov juga menargetkan pembangunan Jembatan Kapuas 3 yang menghubungkan Wajok (Mempawah) dengan Sungai Kupah (Kubu Raya). Jembatan ini dirancang terintegrasi langsung dengan jalan lingkar luar, sebagai jalur alternatif yang akan mengurangi beban Jembatan Kapuas 1 dan 2.
“Jembatan Kapuas 3 akan mempercepat koneksi antardaerah tanpa harus melintasi pusat kota. Ini bagian dari sistem besar yang sedang kami dorong,” katanya.
Gubernur juga menekankan pentingnya realisasi Jembatan Garuda, yang menghubungkan Pontianak Selatan dan Utara. Tiga proyek ini dinilai mampu menjadi solusi konkret untuk menertibkan lalu lintas dan mendukung aktivitas masyarakat secara maksimal.
“Jika seluruh infrastruktur ini terbangun, Pontianak akan memiliki sistem transportasi yang lebih tertib, aman, dan siap menopang pertumbuhan ekonomi wilayah,” tambahnya.
Proyek tersebut akan menjadi topik utama dalam Musrenbang regional Kalimantan dan pembahasan teknis lintas kementerian. Pemprov menargetkan konstruksi fisik dapat dimulai pada tahun 2026 atau 2027, bergantung pada dukungan pusat.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kalbar, Agus Sudarmansyah, menegaskan bahwa Jembatan Kapuas 3 adalah infrastruktur vital yang tidak bisa ditunda. Dengan meningkatnya arus transportasi regional dan posisi Kalbar sebagai penyangga IKN, proyek ini harus segera direalisasikan.
“Jembatan Kapuas 3 bukan sekadar solusi kemacetan. Ini adalah infrastruktur strategis untuk mempercepat distribusi barang dan mobilitas penduduk, serta memperkuat akses ke jalur timur Kalimantan,” tegas Agus.
Artikel Terkait
Misteri Tabrak Lari di Salatiga Akhirnya Berhasil Terungkap, Berikut Kronologinya
Masih Ingat Lomba Masak Nasi Goreng Khas Mbak Ita? Terungkap di Persidangan Tipikor Acara Didanai Potongan Insentif Pegawai Bapenda
Ryan Adriandhy Ngaku Pernah Hampir Menyerah saat Bikin Film Animasi ‘Jumbo’, Kini Laris se-Asia Tenggara
Alasan Kejagung Tetapkan Direktur Jak TV Jadi Tersangka Dugaan Perintangan Kasus PT Timah dan Impor Gula
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Bongkar Ada 15 Ijazah Karyawan yang Diduga Ditahan Perusahaan Sentosa Seal