YOKALBAR PONTIANAK - Penanganan banjir menjadi salah satu fokus yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalimantan Barat tahun 2026.
Gubernur Kalbar Ria Norsan menyampaikan bahwa persoalan banjir sudah masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kalbar dan akan menjadi program prioritas pada 2026.
Baca Juga: Gubernur Norsan: Perhutanan Sosial Jadi Langkah Konkret Atasi Kemiskinan dan Konflik Lahan
“Beberapa daerah yang terdampak banjir seperti Landak, Sambas, Mempawah, dan Kubu Raya sudah kita evaluasi. Insya Allah akan kita anggarkan penanganannya di tahun 2026,” ujarnya, Selasa 6 Mei 2025.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi dampak banjir yang selama ini kerap melanda sejumlah wilayah di Kalbar, terutama saat musim penghujan.
Artikel Terkait
Norsan Fokuskan RPJMD 2025–2029 pada Infrastruktur, Energi Baru, dan Industri Kreatif
Depresi Istri Selingkuh, Seorang Pria Berupaya Bunuh Diri di Kawasan Joging Track Untan
Parah Pelaku Pencurian Apotek Agung Pontianak, Habiskan Uang Rp30 juta untuk Sabu, Judol dan Sewa Wanita
125 Kecamatan Rawan Karhutla, Ini Langkah yang Dilakukan BPBD Kalbar