YOKALBAR PONTIANAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat terus mengantisipasi potensi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai meningkat seiring memasuki musim kemarau. Sejak awal April 2025, BPBD Provinsi telah mengimbau seluruh BPBD kabupaten/kota untuk menetapkan status siaga bencana asap.
Kasatgas Informasi BPBD Provinsi Kalbar, Daniel, menyampaikan bahwa hingga awal Mei, sudah ada dua kabupaten yang resmi menetapkan status siaga bencana, yakni Kabupaten Sambas dan Kabupaten Kubu Raya.
Baca Juga: Atasi Karhutla, BPBD Kalbar Matangkan Langkah Modifikasi Cuaca
Baca Juga: Norsan Fokuskan RPJMD 2025–2029 pada Infrastruktur, Energi Baru, dan Industri Kreatif
“Sejak awal April kita sudah memberikan himbauan kepada seluruh BPBD Kabupaten dan Kota untuk segera menetapkan status siaga bencana asap di Kalimantan Barat,” ujar Daniel, Senin (6/5).
Menurutnya, langkah proaktif dari dua kabupaten ini menunjukkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi kemungkinan terburuk akibat karhutla. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalbar juga tengah memproses penetapan status siaga bencana di tingkat provinsi.
“Ini sudah diikuti dengan status siaga tingkat provinsi yang saat ini sedang berproses SK-nya di Biro Hukum. Mungkin akhir bulan akan keluar SK-nya di tingkat provinsi. Itu persiapan pertama kita,” jelasnya.
Penetapan status siaga bencana di tingkat provinsi akan memperkuat koordinasi dan langkah penanganan karhutla lintas wilayah, termasuk dalam hal pengerahan sumber daya, logistik, serta dukungan teknis dan operasional.
Artikel Terkait
Norsan Fokuskan RPJMD 2025–2029 pada Infrastruktur, Energi Baru, dan Industri Kreatif
Depresi Istri Selingkuh, Seorang Pria Berupaya Bunuh Diri di Kawasan Joging Track Untan
Parah Pelaku Pencurian Apotek Agung Pontianak, Habiskan Uang Rp30 juta untuk Sabu, Judol dan Sewa Wanita
125 Kecamatan Rawan Karhutla, Ini Langkah yang Dilakukan BPBD Kalbar
Atasi Karhutla, BPBD Kalbar Minta Daerah Lengkapi Peralatan