Atasi Karhutla, BPBD Kalbar Matangkan Langkah Modifikasi Cuaca

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Kamis, 8 Mei 2025 | 10:42 WIB
Humas BPBD Kalbar Daniel (yokalbar)
Humas BPBD Kalbar Daniel (yokalbar)

 

YOKALBAR Pontianak – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat tengah mengantisipasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan berbagai strategi, termasuk upaya modifikasi cuaca bekerja sama dengan BMKG dan BNPB. Namun, pelaksanaan rekayasa cuaca secara penuh masih menunggu penetapan status tanggap darurat.

Kasatgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi teknis dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menyiapkan skema modifikasi cuaca guna mengurangi risiko karhutla di berbagai wilayah rawan.

“Sebenarnya selain upaya menetapkan status, menyiapkan personel, tenaga dan lain sebagainya, kita juga beberapa kali melakukan zoom dengan pihak BMKG. Sebenarnya ada rekayasa cuaca dalam rangka mengendalikan karhutla tetapi kalau statusnya siaga, masih boleh dilakukan melalui BMKG,” jelas Daniel, Senin (6/5).

Baca Juga: 125 Kecamatan Rawan Karhutla, Ini Langkah yang Dilakukan BPBD Kalbar

Baca Juga: Pembobolan Apotek Agung Siantan Pontianak Viral, Panjat Ruko Hingga Angkut Rp34 Juta

Ia menambahkan, apabila status meningkat menjadi tanggap darurat, maka pengendalian karhutla melalui teknologi modifikasi cuaca (TMC) akan diambil alih oleh BNPB.

“Tapi kalau statusnya sudah tanggap darurat, berarti BNPB yang akan melakukan modifikasi cuaca. Itu langkah-langkah yang pasti kita lakukan untuk menghadapinya,” tegasnya.

Daniel juga menjelaskan bahwa pengajuan bantuan modifikasi cuaca dari BNPB hanya dapat dilakukan jika status siaga darurat atau tanggap darurat telah ditetapkan secara resmi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

“Kalau kita menghadirkan modifikasi cuaca dari BNPB, maka Pemerintah Provinsi Kalbar harus menetapkan status tanggap darurat atau siaga. Baru bisa kita meminta bantuan BNPB. Tapi kalau status siaga seperti saat ini, bisa dilakukan oleh BMKG mengajukan ke pemerintah provinsi,” tutupnya.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi komprehensif BPBD Kalbar dalam menghadapi musim kemarau yang berisiko tinggi memicu karhutla, termasuk pemetaan wilayah rawan, distribusi peralatan, serta kesiapsiagaan personel di seluruh kabupaten dan kota.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X