YoKalbar, Pontianak – Program bantuan pendidikan untuk siswa sekolah swasta di Kalimantan Barat resmi mulai berjalan. Pemerintah Provinsi Kalbar menargetkan sebanyak 21 ribu siswa SMA, SMK, dan SLB akan menerima subsidi biaya pendidikan pada tahun ini. Fokus utama bantuan ini ditujukan kepada siswa dari keluarga kurang mampu.
Subsidi yang diberikan berupa bantuan SPP sebesar Rp100 ribu per bulan untuk siswa SMA dan SMK, serta Rp200 ribu per bulan khusus bagi siswa Sekolah Luar Biasa (SLB). Besaran ini disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing satuan pendidikan.
Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menyampaikan langsung peluncuran program ini dalam kegiatan Launching Pemberian Beasiswa Pendidikan (PBP) untuk sekolah swasta di SMA Budi Utama Pontianak, Rabu, 21 Mei 2024. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan akses pendidikan di Kalbar.
Baca Juga: Tabung Gas Pengelasan meledak , Polisi Sigap Bantu Korban luka parah Amankan TKP
“Target kita tahun ini sekitar 21 ribu siswa. Itu untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB. Kalau untuk SD dan SMP, sudah ditangani sejak lama,” kata Norsan.
Ia mengakui bahwa bantuan yang diberikan belum sepenuhnya menutup biaya SPP di sekolah swasta yang berkisar antara Rp250 ribu hingga Rp295 ribu. Namun, langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk terus hadir di tengah kebutuhan pendidikan masyarakat.
“SPP sekolah swasta memang relatif tinggi. Tapi kita bantu semampunya dulu. Kalau anggaran memungkinkan, tentu kita akan tambah,” tambahnya.
Bantuan ini diberikan khusus untuk sekolah-sekolah di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Sekolah yang berada di bawah Kementerian Agama tidak termasuk dalam program ini.
Norsan juga menekankan pentingnya semangat belajar para siswa. Ia mengajak seluruh peserta didik untuk terus meningkatkan prestasi dan tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi.
“Belajarlah dengan rajin, karena masa depan itu ditentukan oleh usaha kita sendiri. Jangan sampai tertinggal juga perkembangan teknologi,” tegas Norsan.
Program bantuan pendidikan ini menjadi salah satu prioritas utama di masa kerja Norsan, bersamaan dengan program pembangunan infrastruktur dasar lainnya. Pemerintah daerah berharap program ini dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan masyarakat dan mendorong kualitas pendidikan yang lebih merata di Kalimantan Barat.
Artikel Terkait
Polres PALI Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan di Gedung Serbaguna Sinar Dewa, Pelaku Ditangkap!
Polresta Bandung Ungkap Kasus Pembunuhan di Cikareo, Ciwidey
Polresta Bandung Ungkap Komplotan Spesialis Pembobol Toko, Kerugian Capai Rp300 Juta
Tersinggung Motornya Disenggol, Karyawan BUMD DKI Aniaya Sopir Truk di SPBU Bekasi
1 Juni, Hari Lahir Pancasila: Inilah 9 Tokoh Perumusnya yang Wajib Dikenal