Yokalbar Pontianak – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat mencatat terdapat 10 titik panas (hotspot) yang tersebar di beberapa wilayah provinsi Kalbar pada tanggal 26 Mei 2025. Data tersebut diperoleh dari pemantauan satelit VIIRS dan MODIS yang menggunakan sensor pada satelit polar NOAA20, S-NPP, TERRA, dan AQUA.
Dari total 10 titik panas yang terdeteksi, tingkat kepercayaannya terbagi menjadi 7 titik dengan tingkat kepercayaan rendah dan 3 titik menengah. Tidak ada titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi pada periode ini.
Kabupaten Landak tercatat sebagai wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yaitu sebanyak 4 titik, seluruhnya berada pada tingkat kepercayaan rendah. Sedangkan Pontianak, Singkawang, Sambas, dan Sintang masing-masing mencatat satu titik panas.
Sementara wilayah lain seperti Mempawah, Sanggau, Ketapang, Kapuas Hulu, Bengkayang, Sekadau, Kayong Utara, Melawi, dan Kubu Raya tidak terdeteksi adanya hotspot.
Peta sebaran ini menjadi peringatan dini atas potensi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. BMKG menjelaskan bahwa citra satelit mampu mendeteksi anomali suhu panas yang berbeda dibandingkan sekitarnya, meski tidak dapat menjangkau wilayah yang tertutup awan atau blank zone.
Artikel Terkait
Gubernur Norsan Aktifkan Kembali Taman Budaya Pontianak dan akan Jadi Pusat Kreativitas Seni
Gubernur Ria Norsan Optimis Program DMI Kalbar Berjalan Lancar Hingga 2029
Norsan Tepati Janji, Program Bantuan Siswa Swasta Mulai Bergulir
Fasilitas Atlet Kalbar Memprihatinkan, Pemprov Usulkan Kemenpora Segera Tindaklanjuti Perbaikan