Fasilitas Atlet Kalbar Memprihatinkan, Pemprov Usulkan Kemenpora Segera Tindaklanjuti Perbaikan

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Sabtu, 31 Mei 2025 | 18:50 WIB
Pemantauan fasilitas olahraga di Kalbar (yokalbar )
Pemantauan fasilitas olahraga di Kalbar (yokalbar )

YoKalbar, Pontianak – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan desakan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk segera melakukan perbaikan total terhadap Asrama Atlet PPLP Kalbar dan lintasan sintetis GOR Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Pontianak. Aspirasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Kadisporapar) Kalbar, Windy Prihastari, kepada Komisi X DPR RI saat kunjungan kerja di Pontianak, Kamis, 22 Mei 2025.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati, turun langsung ke lapangan bersama jajaran anggota Komisi X dan perwakilan Kemenpora. Peninjauan dimulai dari Asrama PPLP di Jalan Karya Bhakti, Kota Pontianak, yang kondisinya saat ini rusak berat dan tidak layak huni.

Baca Juga: Gubernur Norsan Aktifkan Kembali Taman Budaya Pontianak dan akan Jadi Pusat Kreativitas Seni

Baca Juga: Polresta Bandung Ungkap Komplotan Spesialis Pembobol Toko, Kerugian Capai Rp300 Juta

"Asrama ini sudah tidak bisa digunakan. Atlet terpaksa menumpang di Wisma Atlet. Ini tidak bisa dibiarkan," tegas Windy.

Kondisi memprihatinkan juga ditemukan pada lintasan sintetis GOR SSA. Permukaan trek terlihat bergelombang, berlubang, dan sangat berisiko mencederai atlet. Hal ini dikeluhkan langsung oleh atlet lompat jangkit dan lompat jauh Katyea Ebri Safitri, peraih emas ASEAN School Games 2024.

“Saya lihat langsung. Trek ini sangat berbahaya. Tidak layak digunakan. Ini harus segera diperbaiki,” tegas My Esti.

Menurut Windy, trek sintetis tersebut merupakan bantuan Kemenpora pada 2011 dan hingga kini belum pernah diganti.

Komisi X DPR RI memastikan akan membawa persoalan ini ke pembahasan pusat. Meski tidak langsung menjanjikan anggaran, My Esti menyatakan komitmennya untuk menyuarakan kondisi darurat fasilitas olahraga di Kalbar.

“Jika dibiarkan, ini bisa mematikan potensi atlet muda. Negara tidak boleh abai,” tambahnya.

Kunjungan ditutup dengan peninjauan tempat latihan angkat berat dan GOR Terpadu Gelora Khatulistiwa. Para atlet juga menyampaikan harapan untuk memperoleh beasiswa setelah lulus SMA agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Windy berharap kehadiran Komisi X menjadi titik balik perhatian pemerintah pusat terhadap fasilitas olahraga di daerah.

“Kalbar tidak minta lebih. Kami minta yang layak untuk pembinaan atlet. Jika ingin prestasi, maka fasilitas harus jadi prioritas,” tegasnya.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk mendukung program PPLP dan meminta evaluasi menyeluruh dari pusat agar keadilan pembangunan fasilitas olahraga dapat dirasakan merata di seluruh Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X