Usai Jalani Pendidikan Karakter, Didepan Tjhai Chui Mie Aldi Ngaku Pengen Jadi Tentara

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Minggu, 6 Juli 2025 | 18:08 WIB
Tjhai Chui Mie memberikan motivasi kepada anak anak yang menjadi peserta pendidikan karakter  (yokalbar )
Tjhai Chui Mie memberikan motivasi kepada anak anak yang menjadi peserta pendidikan karakter (yokalbar )

 

YOKALBAR SINGKAWANG -- Remaja yang mengikuti pendidikan karakter dan kedisiplinan di barak militer yang digelar oleh Pemkot Singkawang bekerjasama dengan Rindam XII Tanjungpura mengaku mendapat banyak manfaat. Pendidikan karakter yang mereka ikuti selama 12 hari telah selesai pada Jumat kemarin.

Dua hari selepas penutupan, sejumlah remaja ini mengaku masih meneruskan pola kebiasaan baik yang mereka dapat dari para pelatih.

"Biasanya saya bangun siang terus main game, karena terbiasa bangun subuh waktu pendidikan, jadi terbiasa bangun jam 4," kata Ricardo, Minggu (6/7/2025).

Baca Juga: Tjhai Chui Mie Inginkan Peserta Pendidikan Karakter Menjadi Duta Bagi Lingkungan Pergaulannya

Baca Juga: Bupati Erlina Bantah Kabar Pengadaan Rumah dan Kendaraan Dinas Fantastis, 'Itu Hoaks!'

Aldi, pelajar yang masih kelas 9, mengaku hal yang paling membekas di hatinya adalah saat diberikan kesempatan latihan baris-berbaris sembari melihat senjata yang digunakan untuk tentara menempuh pendidikan di Rindam.

"Jadi pengen masuk tentara," ujarnya polos.

Hal lain yang membekas pada Aldi adalah di Rindam dia bisa makan enak dan teratur, terlebih orangtuanya saat ini sedang bekerja di Malaysia.

"Di barak makan tiga kali sehari, pagi daging sapi, siang ayam, ada ekstra puding, malam ayam. Kalau dirumah makan dua kali. Saya juga sudah nelpon orang tua, katanya saya dak boleh nakal lagi dan mereka bangga," katanya.

Salah satu orang tua, Helena, mengaturkan terimakasihnya kepada Tjhai Chui Mie lantaran memiliki program ini.

"Anak saya tidak nakal, cuman waktu kejaring aparat itu motornya dipinjam temannya, saya pikir solidaritasnya saja yang tidak berada ditempat yang tepat," katanya.

Usai anaknya terjaring aparat, Helena kemudian menghubungi koleganya yang bekerja di Satpol PP Singkawang.

"Saya tanya ada tidak program seperti KDM di Jabar, mereka bilang ada, jadi saya daftarin anak saya," katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X