Fakultas Filsafat UGM melakukan Monitoring Koperasi serta Evaluasi Sistem Penyembelihan Hewan Kurban Jamaah Masjid Al-Fattah Nyarumkop

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Kamis, 10 Juli 2025 | 09:24 WIB
Fakultas Filsafat UGM melakukan Monitoring Koperasi dan Evaluasi Sistem Penyembelihan Hewan Kurban Jamaah Masjid Al-Fattah Nyarumkop (yokalbar )
Fakultas Filsafat UGM melakukan Monitoring Koperasi dan Evaluasi Sistem Penyembelihan Hewan Kurban Jamaah Masjid Al-Fattah Nyarumkop (yokalbar )

YOKALBAR Singkawang -  9 Juli 2025, Tim pengabdian Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali melanjutkan agenda pengabdian masyarakat di Desa Nyarumkop, Singkawang, Kalimantan Barat, dengan melakukan monitoring pembentukan koperasi jamaah Masjid Al-Fattah dan evaluasi sistem penyembelihan hewan kurban pasca-Idul Adha.
 
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program sosialisasi dan pelatihan yang telah dilaksanakan pada 19 Juni lalu. Dalam kunjungan monitoring ini, tim mengevaluasi perkembangan pembentukan struktur kepengurusan koperasi, verifikasi anggota awal, serta menyusun rencana usaha berbasis potensi lokal, salah satu pertanian jagung dan olahan makanan. 
 
“Kami melihat semangat kolektif yang tumbuh dari komunitas jamaah Masjid Al-Fattah sebagai kekuatan sosial yang layak diberdayakan dan dilanjutkan, salah satunya melalui koperasi. Basis utama dari pengelolaan koperasi adalah rasa kejujuran dan saling percaya satu sama lainnya. Jika kita melihat koperasi dari perspektif ajaran islam, maka pengelolaan keuangan yang jujur, transaksi yang bebas riba, serta bagi hasil yang adil sesuai musyawarah mufakat akan tercapai,” ujar Dr. Rizal Mustansyir dalam sambutannya.
 
Dalam sesi monitoring, Dr. Sonjoruri Budiani Trisakti, selaku Ketua Tim Pengabdian, juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan koperasi melalui pelatihan manajemen usaha dan literasi keuangan dasar.
 
Selain evaluasi koperasi, tim juga melakukan monitoring sistem penyembelihan hewan kurban yang sebelumnya telah dilatihkan kepada warga. Kegiatan ini mencakup wawancara dengan panitia kurban, observasi dokumentasi, serta penilaian terhadap penerapan prinsip-prinsip kesejahteraan hewan dan kualitas pemrosesan daging.
 
Menurut Gema Bestari, S.Pt., MM., yang menjadi narasumber pelatihan kurban sebelumnya, hasil pemantauan menunjukkan bahwa sebagian besar teknis penyembelihan telah mengikuti kaidah yang diajarkan, baik dari sisi etika penyembelihan, prosedur higienitas, maupun pemanfaatan daging secara optimal untuk keperluan sosial.
 
“Hal yang paling menggembirakan adalah muncul kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya memperhatikan dan menjaga standar dalam proses pemotongan hewan kurban, dari pemilihan hewan, proses penyembelihan, distribusi, dan konsumsi hewan kurban yang lebih baik,” Gema.
 
Kegiatan monitoring ditutup dengan diskusi bersama warga, evaluasi partisipatif, dan penyerahan laporan perkembangan tahap awal koperasi kepada pengurus masjid. Tim pengabdian berharap, keberlanjutan program ini dapat mendorong tumbuhnya model ekonomi sosial yang berbasis komunitas lokal. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X