Perusahaan Perkebunan Diminta BPBD untuk Aktif Cegah Karhutla

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Rabu, 19 November 2025 | 22:15 WIB
Tim BPBD Kalbar saat turun pemadaman titik api di Wilayah Kubu Raya
Tim BPBD Kalbar saat turun pemadaman titik api di Wilayah Kubu Raya

 

YOKALBAR PONTIANAK – Menjelang puncak musim kemarau yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat upaya pencegahan melalui pelatihan khusus bagi regu pemadam kebakaran perusahaan perkebunan.

Dalam langkah proaktif ini, BPBD Kalbar memberikan pelatihan pengendalian dan pencegahan karhutla kepada regu damkar dari dua perusahaan perkebunan, yakni PT Citra Niaga Perkasa (CNP) dan PT Temila Agro Abadi (TAA). Pelatihan berlangsung di dua lokasi perusahaan dan diikuti tiga regu damkar dengan total 45 peserta.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalbar, Judan, menyampaikan bahwa keterlibatan sektor swasta menjadi bagian penting dari sistem mitigasi karhutla yang terpadu.

Baca Juga: Kantor Imigrasi Singkawang Gelar Syukuran Hari Bakti Kemenimipas ke-1, Fokus Pada Pelayanan Prima

Baca Juga: Gubernur Kalbar Ria Norsan Dorong Kesiapsiagaan dan Peran Semua Pihak untuk Cegah Karhutla Berulang

“Perusahaan perkebunan memiliki wilayah kerja yang luas dan sering berada dekat kawasan rawan terbakar. Karena itu peningkatan kapasitas regu damkar perusahaan menjadi langkah strategis dalam pencegahan karhutla. Pelatihan ini untuk memastikan mereka siap, cepat, dan mampu bertindak efektif saat terjadi potensi kebakaran,” ujar Judan.

Peserta mendapatkan materi teknis mulai dari teknik pemadaman api, pemetaan risiko, penggunaan peralatan, hingga koordinasi antarunit dalam situasi darurat. Selain teori, para peserta juga mengikuti praktik lapangan untuk memperkuat kemampuan respons di area kerja masing-masing.

Judan menegaskan, keterlibatan aktif sektor swasta sangat dibutuhkan untuk meminimalkan risiko karhutla, mengingat sebagian titik rawan berada di sekitar area perkebunan.

“Ini bukan hanya tentang kesiapsiagaan pemerintah, tetapi juga kolaborasi semua pihak. Dengan perusahaan berperan aktif, potensi karhutla dapat ditekan lebih awal sebelum membesar dan menimbulkan kerugian,” tambahnya.

Pelatihan ini menjadi bagian dari rangkaian langkah antisipatif BPBD Kalbar untuk memastikan kesiapan daerah menghadapi musim kemarau yang diprediksi lebih kering dan rawan kebakaran.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X