Yokalbar PONTIANAK- Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel, menegaskan bahwa BPBD Kalimantan Barat selalu berada dalam status siaga sepanjang tahun, mulai Januari hingga Desember, tanpa menunggu terjadinya bencana.
Baca Juga: Bimtek & Outbound PPPK 2025 Season 2 di Palm Beach Ramai, Seru dan Penuh Kekeluargaan
Kesiapsiagaan tersebut mencakup kesiapan personel, logistik, hingga peralatan yang dapat digerakkan kapan saja.
Terkait potensi banjir, Daniel menyampaikan bahwa BPBD telah mengarahkan sejumlah langkah antisipatif kepada pemerintah kabupaten/kota. Langkah pertama adalah pengawasan intensif terhadap desa-desa rawan banjir, terutama yang berada di dekat sungai berpotensi meluap.
Meski beberapa sungai merupakan kewenangan daerah dan belum dapat dinormalisasi karena berbagai keterbatasan, pengawasan tetap dilakukan oleh BPBD setempat untuk meminimalisir risiko.
Baca Juga: 559 Desa di Kalbar Potensi Terdampak Banjir, BPBD Kalbar Siaga
Baca Juga: Global Citizenship of Indonesia, Terobosan Imigrasi Menjawab Kewarganegaraan Ganda
Langkah kedua adalah pelaksanaan patroli terpadu di sepanjang aliran sungai yang memiliki potensi meluap. Patroli ini tidak hanya bertujuan memantau debit air, tetapi juga mengidentifikasi jalur evakuasi serta kesiapan penanganan apabila terjadi banjir besar.
“Patroli ini penting agar saat bencana terjadi, kita sudah mengetahui langkah evakuasi yang paling aman dan cepat bagi warga terdampak,” ujarnya.
Artikel Terkait
Kantor Imigrasi Singkawang Gelar Syukuran Hari Bakti Kemenimipas ke-1, Fokus Pada Pelayanan Prima
Perusahaan Perkebunan Diminta BPBD untuk Aktif Cegah Karhutla
Kepala BNPB Apresiasi Kalbar atas Respons Cepat Penanganan Karhutla