YOKALBAR, SINGKAWANG - Lantaran kepalang jengah, ratusan warga mengadu ke Polres Singkawang terkait unggahan di media sosial yang berbabu provokatif dan berisi informasi palsu alias hoax.
Unggahan di media sosial tersebut berisikan ancaman untuk mendemo kantor kejaksaan negeri singkawang untuk mentersangkakan Wali Kota Singkawang.
Penganduan yang dibuat oleh masyarakat itu pun diterima langsung oleh Waka Polres Singkawang dan dikabarkan akan dipelajari terlebih dahulu oleh pihak kepolisian.
Perwakilan dari Tokoh Masyarakat, Dedi Mulyadi, menyampaikan kedatangan sejumlah masyarakat ini bukan hanya dari berbagai unsur dan elemen, bukan mewakili satu kelompok atau identitas kesukuan tertentu.
Melainkan beberapa perwakilan elemen masyarakat dari berbagai multi etnis.
Baca Juga: Proliga 2026 : Yolla Yuliana Cs Tumbang Tadi Malam, Hari Ini LavAni Vs Garuda Jaya
Ia menerangkan, kedatangan masyarakat ke Polres Singkawang bertujuan untuk menyikapi perkembangan situasi di Kota Singkawang belakangan ini, yang dinilai mulai muncul sejumlah titik kerawanan atau potensi kisruh yang diduga dipicu oleh ulah oknum tertentu.
"Membawa nama masyarakat yang luas beredar di media sosial. Kami memandang ini sebagai sebuah potensi yang dapat meresahkan dan mengacau keadaan kondisi di Kota Singkawang," ucapnya.
Sehingga kata dia, dengan langkah ini terutama kedatangan sejumlah masyarakat ke Polres ini dapat memberikan kontribusi untuk menciptakan kondusif di Kota Singkawang.
Menurutnya, sebagai warga Kota Singkawang, harusnya turut menjaga Kota agar selalu kondusivitas, apalagi selama Kota Singkawang dikenal sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia.
Ia menilai, apabila potensi konflik kecil dibiarkan, dikhawatirkan dapat berkembang dan merusak citra Singkawang sebagai kota toleransi.
Baca Juga: Proliga 2026 : Megawati Comeback, Pertamina Enduro Nyaris Kalah
"Kedatangan kami ke sini tidak ada rasa kebencian kepada beberapa orang, oknum-oknum, bagian masyarakat yang melakukan indikasi dugaan-dugaan seperti fitnah, hoax, dan provokasi, intimidasi maupun intervensi hukum. Tapi semata-mata memang kami ingin memberikan atau menciptakan rasa ketenangan bagi masyarakat Kota Singkawang," jelasnya.
Artikel Terkait
Prabowo Pastikan Anggaran Penanganan Bencana Cukup: Bantuan Boleh Masuk dengan Mekanisme dan Prosedur yang Jelas
Viral Perjuangan Guru di Aceh Tengah, Menaiki Sling untuk Melintasi Sungai demi Jalankan Tugas Mengajar ke Sekolah
Pangdam XII/Tpr Resmi Tutup Pendidikan Dikmaba Infanteri Gel II TA 2025 dan Diktukba TNI AD Gel I TA 2026
Proliga 2026 : Megawati Comeback, Pertamina Enduro Nyaris Kalah
Proliga 2026 : Yolla Yuliana Cs Tumbang Tadi Malam, Hari Ini LavAni Vs Garuda Jaya