Lonjakan Harga Sembako di Awal Ramadan, Warga Sambas Terbebani

photo author
Turnado, YoKalbar
- Rabu, 25 Februari 2026 | 23:12 WIB
Lonjakan Harga Sembako di Awal Ramadan (ist)
Lonjakan Harga Sembako di Awal Ramadan (ist)

YOKALBAR, Sambas Memasuki awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, harga sejumlah kebutuhan pokok di wilayah Sambas mengalami kenaikan signifikan. Lonjakan harga tersebut dikeluhkan warga karena dinilai semakin membebani pengeluaran rumah tangga di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan.

Di sejumlah pasar tradisional di Kota Sambas, harga beras premium terpantau naik dari Rp14.000 per kilogram menjadi Rp16.000 per kilogram.

Sementara itu, harga gula pasir yang sebelumnya Rp14.500 per kilogram kini mencapai Rp17.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada minyak goreng, telur ayam ras, hingga daging ayam potong.

Salah seorang warga, Rahmawati (38), mengaku harus memutar otak untuk mencukupi kebutuhan keluarga selama Ramadan. Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok selalu terjadi menjelang dan di awal puasa, namun tahun ini terasa lebih berat.

“Biasanya memang naik, tapi sekarang hampir semua kebutuhan dapur ikut naik. Padahal kebutuhan selama Ramadan justru bertambah,” ujarnya saat ditemui di pasar.

Para pedagang mengungkapkan kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya permintaan serta keterbatasan pasokan dari distributor. Biaya transportasi dan distribusi yang ikut naik juga disebut menjadi faktor penyebab melonjaknya harga.

Seorang pedagang sembako, Hendra, mengatakan bahwa dirinya tidak bisa menahan kenaikan harga karena sudah menerima barang dari agen dengan harga yang lebih tinggi. “Kami hanya mengikuti harga dari pemasok. Kalau tidak dinaikkan, kami bisa rugi,” jelasnya.

Sementara itu, pemerintah daerah melalui dinas terkait menyatakan akan melakukan pemantauan dan operasi pasar untuk menstabilkan harga.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau selama Ramadan.

Warga berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan konkret agar lonjakan harga tidak semakin memberatkan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Ramadan yang seharusnya menjadi momentum ibadah dan kebersamaan diharapkan tidak dibayangi keresahan akibat mahalnya kebutuhan pokok.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Turnado

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X