Ketua AJI Pontianak, Rendra Oktora menekankan bahwa aksi ini merupakan langkah bersama menjaga kawasan pesisir, mengingat tingkat kerusakan makin mengkhawatirkan.
“Ini bakti kita terhadap lingkungan. Ini kerja bersama dan makin banyak yang terlibat makin baik,” katanya lagi.
Diakui Rendra, penanaman ini bukan hanya simbolis tapi bagaimana penyelamatan kawasan pinggir pantai dari bahaya abrasi yang mulai sekarat jika terus dibiarkan tanpa tindakan.
Tampak puluhan relawan langsung terjun ke pinggir pantai dan mulai menanam bibit Mangrove. Mereka berjibaku menancapkan bambu yang sudah berisi bibit Mangrove.
Hujan makin deras. Tanah cair kecoklatan pantai merendam sebagian tubuh para relawan saat mencari titik pas menanam bibit. Metode selongsong dianggap paling efektif. Bahkan, jika harus menanam hingga ke area jauh dari bibir pantai tanpa takut bibit terbawa ombak.
Seruan dan yel-yel menjadi suara lain bagi relawan saat berjibaku dengan tanah cair dan hujan yang mengguyur. Semangat dan tawa lepas menandai perjuangan kehidupan baru di tanah pesisir tersebut. ***
Artikel Terkait
Makanan Yang Perlu Dihindari Saat Puasa Pada Bulan Ramadhan
Aset Budaya Wisata Di Mempawah, Jadi Daya Tarik Wisata Luar Negeri
Momen Kocak, Puan Maharani Disebut Ingin Jadi Presiden Oleh Seorang Ibu-ibu di Singkawang, Begini Ceritanya
Penipuan Modus Baru Surat Tilang Format Aplikasi, Harap Teliti !
16 Warga Pangmilang Tempuh Banding Demi Pertahankan Hak Kepemilikan Tanah di Lokasi Bandara Singkawang