YOKALBAR -- Tindak tanduk wartawan abal-abal semakin meresahkan, Fenomena ini tidak hanya terjadi di Kota-kota besar namun juga di daerah.
Wartawan abal-abal biasanya seringkali melakukan pengancaman baik secara halus maupun kasar saat ‘berpura-pura’ melakukan peliputan di lapangan.
Wartawan abal-abal biasanya juga ‘merengek’ meminta fulus dalam aktifitasnya kepada narasumber yang didatangi.
Baca Juga: Sebuah Tulisan dari Anggota PPS Singkawang 'Pantarlih dan E-Coklit Data Pemilih Pemilu 2024'
Baca Juga: 11 TKI Asal Singkawang Disiksa di Myanmar, Bukti Pentingnya Jadi TKI yang Legal
Fenomena ini juga mestinya harus dilaporkan ke pihak berwajib seperti yang pernah terjadi di Kalbar tepatnya di Melawi, dilansir dari Antara, saat itu sejumlah wartawan abal-abal memeras pengusaha.
Beruntung pengusaha itu tidak kehabisan akal dan melaporkan kejadian ini ke aparat sehingga wartawan abal-abal ini dapat ditangkap.
Keresahan yang sama juga pernah terjadi di Kapuas Hulu, masih dilansir dari Antara, wartawan di Kapuas Hulu resah dengan perilaku wartawan abal-abal.
Karena tindak tanduk wartawan abal-abal membuat wartawan resmi yang bekerja mengedepankan kode etik terdampak, ketika narasumber begitu mendengar istilah wartawan menjadi antipati.
Baca Juga: Ustad Hatoli Polisikan Meme Hoak Tentang Ida Dayak yang Catut Dirinya
Baca Juga: Ditinggal Lebaran ke Pontianak, Rumah 2 Lantai di Singkawang Ludes Terbakar
Artikel Terkait
Pak Ivan Angkat Bicara Soal 11 TKI Asal Singkawang Diduga Disiksa di Myanmar, Ternyata Pernah Minta Bantuannya
Kwarran Tebas : Pramuka Tebas Tergiat Karena Adanya Saka Bhayangkara
Ferdinan Syolihin : Beri Lampu Hijau Untuk Suport Kegiatan Saka Bhayangkara Tebas
Wakapolri Pantau Kesiapan Pengamanan KTT Asean di Labuan Bajo
Sebuah Tulisan dari Anggota PPS Singkawang 'Pantarlih dan E-Coklit Data Pemilih Pemilu 2024'